
Sukabumi, UPI
Masalah stunting masih menjadi isu serius di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sukabumi. Berangkat dari kepedulian terhadap tumbuh kembang anak, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FPTI UPI melaksanakan kegiatan “Pelatihan Diversifikasi Ikan Laut sebagai Edukasi Gizi Pencegahan Stunting bagi Ibu Balita” di Desa Cicareuh, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini diketuai oleh Prof. Dr. Yoyoh Jubaedah, M.Pd., dengan anggota tim yaitu Dra. Neni Rohaeni, M.Pd., dan Nenden Rani Rinekasari, S.P., M.Pd. Hadir pula tiga orang instruktur yang ahli di bidangnya, terdiri atas Dra. Elly Lasmanawati, M.Si., Tiara Faza Aulia, S.Pd., M.Par., dan Aulia Mughni, S.Pd. PkM mendapatkan dukungan penuh dari Kepala Desa Cicareuh, Ramdan Rustarmono, S.Pd., sejak pengusulan proposal hingga pelaksanaan yang turut hadir dan mendampingi seluruh kegiatan.
Pembukaan dan Sambutan
Dalam sambutannya, Ketua Tim PkM Prof. Dr. Yoyoh Jubaedah, M.Pd., memaparkan tujuan dari pelatihan ini. Dikatakannya,”Tujuannya adalah untuk membekali para ibu balita dengan pengetahuan dan keterampilan mengolah ikan laut menjadi berbagai menu bergizi, sehingga asupan protein keluarga tercukupi dan dapat mencegah stunting pada anak.
Inspirasi senada disampaikan oleh Kepala Desa Cicareuh, Ramdan Rustarmono, S.Pd., yang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas kegiatan bermanfaat ini, mengingat makanan sehat yang disukai balita sulit diperoleh di Desa Cicareuh sehingga diperlukan keterampilan dan kreativitas ibu balita dalam mengelola makanan.
Materi dan Edukasi Gizi
Pada sesi materi, narasumber Nenden Rani Rinekasari, S.P., M.Pd., memberikan pemaparan interaktif mengenai pentingnya gizi seimbang, dengan menekankan peran ikan laut sebagai sumber protein hewani berkualitas tinggi. Disampaikan pula data dan hasil riset terkait prevalensi stunting di daerah pedesaan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh keluarga. Pemaparan materi diperkuat dengan penayangan video edukatif “Cegah Stunting” yang memvisualisasikan dampak jangka panjang stunting terhadap perkembangan anak. Peserta tampak antusias mengikuti penjelasan dan mengajukan pertanyaan seputar pola makan sehat bagi balita.

Praktik Diversifikasi Olahan Ikan Laut
Memasuki sesi praktik, para instruktur membimbing peserta membuat aneka olahan ikan laut yang menarik dan mudah diaplikasikan di rumah. Kegiatan yang memberikan pengalaman menarik bagi peserta pada saat praktik membuat bakso, nugget dan dimsum; karena membutuhkan keterampilan, kesabaran dan keuletan untuk menghasilkan produk sesuai formula. Peserta dilatih mengolah ikan menjadi bahan makanan yang menarik dan bergizi untuk anak balita. Instruktur juga memberikan tips memilih ikan segar, teknik pengolahan higienis, serta variasi menu yang sesuai selera anak.
Selain keterampilan memasak, peserta mendapatkan bimbingan teknis pemasangan chopper, alat yang memudahkan penggilingan bahan makanan. Peserta diajak mencoba langsung penggunaan alat tersebut, sehingga mampu memanfaatkannya untuk memproduksi olahan ikan skala rumah tangga.
Kegiatan diwarnai interaksi aktif, mulai dari diskusi, tanya jawab, hingga berbagi pengalaman antar peserta. Di sela acara, dilakukan penyerahan goodie bag berisi buku resep aneka kuliner, celemek dan alat masak berupa chopper sebagai tanda dukungan dan motivasi kepada para ibu balita untuk terus berkarya. Di akhir pelatihan dilakukan evaluasi untuk mengukur keberhasilan peserta melalui partisipatif peserta dan pengisian instrumen respon pengguna. Sebagai penutup, dilakukan penyerahan cenderamata dari Tim PkM kepada Kepala Desa Cicareuh sebagai simbol kemitraan dalam upaya menungkatkan kolaborasi dengan Universitas Pendidikan Indonesia. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama yang mengabadikan momen kebersamaan antara tim pengabdian, perangkat desa, dan peserta pelatihan.
Harapan ke Depan
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para ibu di Desa Cicareuh dapat mempraktikkan inovasi olahan ikan yang telah dipelajari dan menyebarluaskan kepada ibu balita yang lain di lingkungan sekitar. Program ini tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga memperkuat kesadaran bahwa pencegahan stunting harus diawali dengan kebiasaan hidup sehat dalam lingkungan keluarga.













