Yogyakarta, UPI

Dalam upaya mendongkrak rekognisi global dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra (FPBS) dan Program Studi Linguistik Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bekerja sama dengan Fakultas Pendidikan Bahasa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyelenggarakan Coaching Clinic Penulisan Artikel Jurnal Internasional Bidang Bahasa bagi Dosen Muda FPB UMY. Kegiatan yang berlangsung dalam dua tahap pada Kamis (31/7/2025) dan Kamis (14/8/2025) ini berhasil membekali para dosen dengan strategi penulisan artikel jurnal berbasis hasil riset terkini.

Kegiatan ini merupakan bagian dari skema Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Berbasis Kepakaran Bidang Ilmu 2025, yang digagas berdasarkan hasil riset mendalam dari Prof. Eri Kurniawan, M.A., Ph.D. dan timnya. Riset fundamental tahun 2024 yang berjudul “Analisis Retoris Artikel Jurnal Scopus Ber-Impact Tinggi Lintas Disiplin Ilmu Untuk Mendongkrak Publikasi Dan Rekognisi Internasional Dosen” menjadi landasan utama. Pelatihan ini juga mengadaptasi pendekatan pengajaran bahasa Inggris untuk keperluan publikasi berbasis genre, yang dipopulerkan oleh Flowerdew (2015).

Sesi Daring: Membongkar Ekspektasi Jurnal Internasional

Sesi pertama coaching clinic dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada Kamis (31/7/2025). Acara ini diikuti oleh 34 dosen dari berbagai program studi di FPB UMY. Pembukaan dilakukan oleh Prof. Eri Kurniawan, M.A., Ph.D., yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister dan Doktoral Linguistik di Sekolah Pascasarjana UPI.

Materi pertama disampaikan oleh Dr. R. Dian Dia-an Muniroh, M.Hum., Ph.D., yang membahas ‘Pengantar terkait Publikasi Internasional Bereputasi’. Ia menekankan pentingnya memahami ekosistem publikasi global. Sesi dilanjutkan dengan pemaparan dari Dr. Ruswan Dallyono, M.Pd., yang mengupas tuntas ‘Membongkar Ekspektasi Jurnal Internasional Bereputasi’. Terakhir, Prof. Eri Kurniawan memberikan pemaparan mendalam tentang ‘Mengupas Langkah Penulisan per Bagian Artikel Jurnal’, yang menjadi fondasi bagi para peserta untuk sesi luring.

Kegiatan daring ini diakhiri dengan sesi tanya jawab, yang direspon secara antusias oleh para peserta.

Sesi Luring: Workshop Intensif dan Penandatanganan Memorandum of Agreement dan Implementation of Agreement

Pada Kamis (14/8/2025), sebanyak 15 dosen dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Arab, dan Pendidikan Bahasa Jepang FPB UMY mengikuti sesi luring pelatihan menulis yang bertempat di Ruang Auditorium Gedung E8 Djarnawi Hadikusuma UMY. Acara dibuka oleh Dekan FPB UMY, Sri Rejeki Murtiningsih, S.Pd., M.Ed., Ph.D. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi katalisator bagi peningkatan kualitas riset dan publikasi dosen UMY serta kolaborasi produktif antara UPI dan UMY.

Momen penting lain dari sesi luring ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Program Studi Magister dan Doktoral Linguistik, Sekolah Pascasarjana UPI dengan FPB UMY. Penandatanganan dilakukan oleh Prof. Eri Kurniawan dan Sri Rejeki Murtiningsih, sebagai simbol komitmen kolaborasi riset dan publikasi di masa depan.

Inti dari sesi luring adalah workshop coaching clinic yang dipandu langsung oleh Prof. Eri Kurniawan. Berdasarkan hasil risetnya yang dilakukan dari tahun 2019 hingga 2025, ia menjelaskan secara praktis langkah-langkah detail penulisan artikel jurnal internasional, mulai dari penentuan judul yang efektif, pengembangan abstrak, hingga penulisan referensi yang benar. Workshop ini juga didukung oleh timnya, Wawan Gunawan, M.Ed.St., Ph.D. dan Dr. Neidya Fahma Sunendar, M.Hum., yang memberikan pendampingan langsung kepada peserta.

Dampak dan Harapan Berkelanjutan

Salah satu peserta sekaligus koordinator kegiatan PkM di UMY, Noor Q Agustina, M.Pd., Ph.D., memberikan apresiasi tinggi terhadap program ini. “Coaching clinic ini memberikan manfaat signifikan bagi para dosen muda UMY. Kami mendapatkan pencerahan tentang pentingnya struktur retorika dalam penulisan artikel jurnal internasional dan dibekali dengan kemampuan untuk melakukan swasunting,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa materi dan praktik yang diberikan sangat relevan dan aplikatif, sehingga dapat meningkatkan peluang sukses penerbitan manuskrip hasil penelitian.

Noor Q Agustina juga berharap adanya kelanjutan dari program ini di masa mendatang, mengingat pentingnya publikasi internasional sebagai salah satu indikator kinerja akademik dosen dan institusi.