Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali meneguhkan langkah strategisnya dalam mewujudkan visi sebagai world class university melalui penyelenggaraan Retret Pimpinan. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan universitas sebagai forum refleksi, konsolidasi, sekaligus penyusunan arah kebijakan UPI ke depan dalam menjawab tantangan global pendidikan tinggi yang bertempat di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Jl, Cikole, Kec. Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Kamis (28/8/2025).

Transformasi UPI menuju world class university sejalan dengan agenda besar pemerintah untuk mendorong perguruan tinggi Indonesia masuk dalam jajaran universitas kelas dunia. Kehadiran UPI diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta penguatan sumber daya manusia yang unggul.

Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains & Teknologi Republik Indonesia Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M. menekankan bahwa UPI memiliki mandat khusus untuk melakukan transformasi besar agar tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di kancah internasional.

“UPI perlu memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan teknologi agar dapat menjadi universitas yang memberikan kontribusi nyata. Dengan menjadi world class university, UPI diharapkan mampu menjadi lokomotif pembangunan, baik di tingkat daerah, wilayah, maupun nasional,” ungkap Prof. Najib.

Dalam pemaparannya, Prof. Mukhamad Najib menyoroti pentingnya penguatan pada bidang riset sebagai pondasi utama menuju world class university. Menurutnya, riset yang relevan, inovatif, dan aplikatif akan menjadi motor penggerak kemajuan ilmu pengetahuan sekaligus mendorong terciptanya solusi nyata bagi berbagai permasalahan bangsa.

“Riset dan inovasi harus diarahkan tidak hanya untuk publikasi akademik, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi daerah dan nasional. Dengan begitu, UPI dapat memberikan dampak yang lebih luas dalam mendukung pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.

Sebagai universitas yang berakar kuat pada bidang pendidikan, UPI memiliki keunggulan sekaligus tanggung jawab untuk melahirkan guru-guru berkualitas. Hal ini ditegaskan Prof. Najib, bahwa lulusan UPI diharapkan tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga agen perubahan sosial yang mampu memberdayakan masyarakat.

“Guru yang dihasilkan UPI harus bisa menjadi aktor-aktor penting dalam transformasi masyarakat. Dengan kualitas pembelajaran yang baik, para guru akan berkontribusi dalam membentuk generasi bangsa yang cerdas, berkarakter, dan adaptif terhadap perubahan zaman,” tambahnya.

Kepada seluruh pimpinan UPI yang mengikuti kegiatan Retret, Prof. Najib memberikan apresiasi sekaligus pesan untuk terus menjaga semangat kolaboratif dan inovatif. Menurutnya, transformasi universitas tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.

“Pertama, saya mengucapkan selamat mengikuti Retret. Kedua, mudah-mudahan semangat yang tumbuh di forum ini berlanjut dalam bentuk kerja nyata untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan riset di UPI. Dengan kontribusi nyata, UPI akan semakin relevan di tengah masyarakat, baik secara nasional maupun internasional,” tuturnya.

Melalui Retret Pimpinan ini, UPI semakin menunjukkan keseriusannya dalam memantapkan langkah strategis, memperkuat budaya akademik, serta meneguhkan perannya sebagai pusat pendidikan, riset, dan inovasi yang berdampak luas. (Rija Ibrahim)