
Bandung, UPI
Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., menyebut sekitar 86 persen lulusan UPI telah terserap ke dunia kerja berdasarkan pemantauan universitas dalam rentang hingga 15 bulan setelah kelulusan. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator yang diperhatikan UPI dalam mengevaluasi relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Didi menyampaikan hal tersebut dalam wawancara pada prosesi Dies Natalis ke-72 UPI di Gedung Ahmad Sanusi, Kampus UPI, Jalan Dr. Setiabudi No. 229, Bandung, Selasa (20/10/2026).
Menurut Didi, daya serap lulusan masih menjadi pekerjaan rumah bagi universitas. UPI berupaya agar pendidikan yang diberikan tidak hanya menghasilkan lulusan dengan penguasaan disiplin ilmu, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja.
“Yang sudah terserap itu di angka 86 persen, tentu ini menjadi pekerjaan rumah bagi UPI agar ke depan daya serapnya itu bisa 100 persen,” ujar Didi.
Ia menjelaskan, lulusan UPI tidak seluruhnya bekerja pada bidang yang secara langsung berkaitan dengan program studi yang ditempuh. Sebagian alumni juga berkarier di sektor nonkependidikan, termasuk perbankan dan diplomasi.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kompetensi lulusan tidak hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu sesuai bidang studi. Kemampuan berkomunikasi, memimpin, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia profesional.
Didi mengatakan, UPI ingin agar lulusan memperoleh pekerjaan dalam waktu yang relatif singkat setelah menyelesaikan studi, mendapatkan penghasilan yang lebih baik, atau mampu menciptakan usaha sendiri. Dampak pendidikan juga diharapkan dapat dirasakan masyarakat melalui kompetensi lulusan dan inovasi yang dihasilkan sivitas akademika.
Upaya peningkatan daya serap lulusan tersebut sejalan dengan tema Dies Natalis ke-72 UPI, “Melesat Berdampak”, yang menekankan pentingnya manfaat nyata dari pelaksanaan Tridarma perguruan tinggi.
Ke depan, peningkatan relevansi pembelajaran dan pengembangan keterampilan mahasiswa menjadi aspek penting dalam mendukung kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. (RK/RI/DN)

