
Bandung, UPI
Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Didi Sukyadi, menyoroti pentingnya peran Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dalam mendukung pembinaan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat kampus. Hal tersebut disampaikan Rektor UPI seusai pelaksanakan Shalat Jumat di Masjid Al-Furqon UPI, Jalan Dr. Setiabudi Nomor 229 Bandung, Jumat (8/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Rektor Universitas Islam Nusantara (Uninus), Prof. Endang Komara, yang didapuk menjadi khatib dan imam Salat Jumat di Masjid Al-Furqon UPI.
Rektor UPI menjelaskan bahwa DKM Masjid Al-Furqon tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan ibadah, tetapi juga aktif menjalankan program pendidikan dan pembinaan mahasiswa. Menurutnya, keberadaan masjid kampus memiliki fungsi strategis sebagai pusat pembelajaran dan penguatan karakter sivitas akademika.
“Saat ini kita punya sejumlah kegiatan yang tentunya dimaksudkan untuk memakmurkan Masjid Al-Furqon sebagai masjid kampus di Indonesia yang cukup megah,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa salah satu program yang rutin dilaksanakan adalah tutorial keagamaan setiap Sabtu dan Minggu bagi mahasiswa yang mengontrak mata kuliah agama Islam. Selain itu, DKM juga menyelenggarakan seminar pendidikan agama Islam dan pengajian rutin dengan berbagai tema keagamaan.
“Kita ada kegiatan tutorial hari Sabtu dan Minggu yang diperuntukkan untuk setiap mahasiswa yang mengontrak mata kuliah agama Islam, kemudian seminar pendidikan agama Islam, serta kegiatan pengajian dengan topik berbagai macam ilmu keagamaan,” tambahnya.
Selain kegiatan rutin, DKM Masjid Al-Furqon juga aktif dalam penyelenggaraan kegiatan peringatan hari besar Islam, seperti Idulfitri dan Iduladha. Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya UPI dalam membangun lingkungan kampus yang religius dan inklusif.
Sementara itu, Rektor Uninus, Endang Komara, dalam khutbah Jumatnya menekankan pentingnya menata hati melalui pengendalian hawa nafsu, memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, serta menjaga lingkungan pergaulan yang baik.
“Salah satu kunci menata hati adalah mujahadah, yaitu bagaimana kita melawan hawa nafsu secara terus-menerus dan bergaul dengan orang-orang saleh,” ungkapnya.
Ia juga mengajak jamaah untuk menjadikan hati sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sesuai tujuan penciptaan manusia untuk beribadah dan taat kepada-Nya.
Melalui berbagai program pembinaan yang dijalankan, DKM Masjid Al-Furqon UPI diharapkan dapat terus menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat kampus, sekaligus memperkuat nilai spiritual di lingkungan perguruan tinggi. (RK)

