
Bandung, UPI
Universiatas Malaysia Sabah melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Kemanusiaan melakukan kunjungan dengan tema “Tentatif Program Pengukuhan Kompetensi Pengantar Kebangsaan Staf Petadbiran” Ke Prodi PIPS Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia, dengan melakukan penandatanganan kerjasama internasional untuk memperkokoh regocnisi internasional diatara kedua belah pihak. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Nu’man Soemantri Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Jawa Barat. Rabu, (13/5/2026).
Pertemuan ini diharapkan bisa memberdayakan baik potensi yang ada pada dosen maupun mahasiswa dari Malaysia dengan Indonesia, salah satunya adalah “Kursus Integrity dan Anti-Rasuah dalam perkuliahan bagi mahasiswa di Malaysia. Dosen yang mengajar Suranjaya Pencegahan Rasuah Malaysia”, ujar Fauzi.
Wakil Dekan Bidang Akademik & Kemahasiswaan FPIPS UPI, Dr. Fitri Rahma Fitria, menyambut dengan baik kegiatan ini: Sangat berterima kasih dan membuka tangan sebesar-besarnya untuk bekerja sama. Banyak achievement yang bisa diraih dengan cara bekerja sama. Beliau juga menambahkan bahwa di FPIPS terdapat 1 program diploma, 14 program sarjana, 6 program magister, dan 5 program doktor.
Bentuk kerja sama yang bisa dijajaki dikemudian hari adalah riset dan kajian, peningkatan kapasitas, program pendidikan, dan program sosial dan CSR. Kemudian, Universitas Pendidikan Indonesia memiliki 24 indikator (Key Performance Indicator/KPI). Dari kedua puluh empat, bisa lebih menekankan pada aspek luaran hasil kerja sama antar-PT, jumlah publikasi internasional, dan dosen yang mendapatkan rekognisi internasional.
Dr. Fauzie Sarjono sebagai Timbalan Dekan (Akademik dan Antarabangsa), menambahkan bahwa setidaknya hasil kunjungan ini diharapkan ada dokumentasi dengan Letter of Intent sebagai bentuk awal apa saja yang akan dikerjakan bagi kedua belah pihak. Kegiatan yang berdekatan dengan kegiatan ini mengenai “seminar internasional yang bekerja sama dengan Korea dan guest lecture secara online, untuk mengajar di UMS”.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Sapriya, M.Ed., Ketua Prodi Pendidikan IPS memiliki komitmen untuk melakukan kerja sama dengan negara Filipina, Thailand, Malaysia dan Jepang. Dengan kegiatan ini, diharapkan ke depan ada kegiatan akademik, baik dosen maupun student mobility. Ini sangat bagus, karena belum banyak yang mengunjungi Sabah. Barangkali ke depan ada mahasiswa dari Sabah yang tertarik untuk belajar di Prodi Pendidikan IPS, begitu pun sebaliknya.
Setiap dosen mendapatkan pengukuran jumlah karya yang terpublikasi secara internasional, yang menjadi perhatian penting, terutama bagi dosen yang ingin memperoleh gelar profesor. Sedangkan untuk mahasiswa untuk memperoleh gelar sarjana dengan jumlah bobot 146 SKS. Untuk jenjang master perkuliahan cukup ditempuh alam dua semester, dilanjutkan dengan riset. Begitu juga dengan program doktor di IPS terbagi ke dalam dua program antara coursework dan riset.
Dr. Dina Siti Logayah, M.Pd., menambahkan bahwa kerja sama ini juga bisa memperkuat program adjunct professor, guest lecture, dan pertukaran mahasiswa. Kerja sama internasional dalam bidang pendidikan ini mendorong terwujudnya kualitas pendidikan (SDG 4) yang jauh lebih baik dengan cara meningkatkan kualitas penelitian dosen, pembelajaran bagi mahasiswa dengan standar internasional, dalam hal ini dengan kerja sama dengan Universitas Malaysia Sabah. Diharapkan kegiatan ini berdampak pada implementasi yang jauh lebih nyata di antara kedua belah pihak. (Iqbal)

