Bandung, UPI

Direktorat Kemahasiswaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Rumah Prestasi, menyelenggarakan Expo Rise Up 2026 sebagai wadah pengembangan kewirausahaan mahasiswa melalui pameran produk, kompetisi bisnis, dan perluasan jejaring dengan dunia industri. Dalam kegiatan ini, sebanyak 25 usaha mahasiswa memperoleh pendanaan melalui skema kompetitif, sementara 14 stan tambahan menampilkan produk dari fakultas dan kampus daerah UPI.

Rise Up 2026 diselenggarakan pada Senin–Selasa, 26–27 Oktober 2026, di Gedung Ahmad Sanusi, Kampus UPI, Bandung. Kegiatan tersebut menarik pengunjung dari berbagai kalangan, terutama mahasiswa yang ingin melihat produk inovatif sekaligus memperoleh wawasan mengenai pengembangan usaha.

Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni UPI, Prof. Dr. Hj. Siti Nurbayani Kusumaningsih, M.Si., menjelaskan bahwa Rise Up merupakan pengembangan dari kegiatan inkubator bisnis yang sebelumnya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan usaha mereka kepada masyarakat.

Menurutnya, program ini dirancang agar gagasan kewirausahaan tidak berhenti pada proposal atau rencana bisnis, tetapi diwujudkan menjadi produk nyata yang memiliki nilai jual. Mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produknya melalui expo dan mengikuti kompetisi untuk mendapatkan pendanaan.

Dalam pelaksanaannya, 25 usaha mahasiswa yang memperoleh pendanaan kompetitif menjadi bagian dari pengembangan kewirausahaan yang difasilitasi melalui program tersebut. Selain itu, terdapat 14 stan tambahan yang menampilkan produk dari fakultas dan kampus daerah UPI. Kedua kategori tersebut memberikan gambaran mengenai ragam usaha mahasiswa dan produk kewirausahaan yang berkembang di lingkungan universitas.

Siti mengatakan, pengembangan usaha mahasiswa melibatkan kolaborasi dengan dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan di berbagai program studi. Ia berharap mahasiswa dapat mengembangkan usaha secara berkelanjutan, bahkan setelah menyelesaikan pendidikan, sehingga tidak hanya berkarier sesuai bidang keilmuan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis UPI, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., menilai kegiatan tersebut penting untuk mempertemukan potensi bisnis mahasiswa dengan pelaku usaha dan dunia industri.

“Ini ibarat satu kegiatan pitching bisnis, bagaimana potensi mahasiswa bertemu dengan dunia industri,” ujarnya.

Menurut Yudi, mahasiswa perlu berani mencoba sekaligus mampu mengenali kebutuhan dan minat masyarakat agar dapat menemukan peluang usaha yang relevan. Melalui pertemuan dengan dunia bisnis, produk mahasiswa diharapkan memperoleh kesempatan untuk dikenal dan dikembangkan lebih luas.

Dampak kegiatan juga dirasakan pengunjung. Adia Alila Tulpariza, mahasiswa Pendidikan Geografi UPI, menilai pameran tersebut memperlihatkan bagaimana gagasan kreatif mahasiswa dapat dikembangkan menjadi usaha. Adapun Andini Lestari, mahasiswa Pendidikan Geografi angkatan 2025, memperoleh wawasan baru dari produk berbahan denim daur ulang yang dapat diolah menjadi barang bernilai jual.

Melalui Rise Up 2026, UPI memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan, memperkenalkan produk, dan mengenali peluang pasar. Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari proses pembentukan wirausaha muda yang mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (RK/DN)