Bandung, 3 September 2025. Tim Peneliti Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pengembangan Paten dan Paten Sederhana Sebagai Output Penelitian” di Hotel Hemangini, Bandung. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkuat hilirisasi penelitian melalui inovasi yang berkelanjutan. Acara dihadiri oleh tim peneliti, staf museum, dan narasumber dari Direktorat Inovasi, Hilirisasi, dan Sains Techno Park.

Melalui FGD ini, UPI menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pelestarian sejarah pendidikan melalui museum, tetapi juga menjadi pusat inovasi yang berdampak nyata. Diskusi terkait paten menjadi bukti bahwa UPI berkomitmen menghasilkan luaran penelitian yang aplikatif, dapat dikomersialisasikan, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Kegiatan ini juga sejalan dengan Program Berdampak, sebuah inisiatif yang mendorong perguruan tinggi menghasilkan karya riset dan pengabdian yang relevan. Dengan demikian, FGD ini memperlihatkan bagaimana Museum Pendidikan Nasional UPI bertransformasi menjadi pusat pembelajaran, penelitian, dan inovasi yang aktif berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

Ketua Tim Peneliti Museum Pendidikan Nasional UPI, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd., menyampaikan bahwa paten dan paten sederhana merupakan indikator penting dalam mengukur dampak penelitian. Menurutnya, inovasi yang dihasilkan harus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Paten menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi universitas dalam membangun daya saing global sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.

Narasumber FGD, Kepala Divisi Pengembangan Inovasi dan Kekayaan Intelektual Direktorat Inovasi, Hilirisasi, dan Sains Techno Park, Ari Arifin Danuwijaya, S.Pd., M.Ed., Ph.D., menambahkan bahwa strategi pendaftaran paten harus diiringi dengan manajemen riset yang baik agar hasilnya memiliki nilai komersial. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi berlanjut menjadi produk nyata yang menjawab tantangan bangsa.

Dari kegiatan ini, muncul beberapa rekomendasi strategis bagi UPI dan lembaga penelitian lainnya yakni memperkuat literasi paten di kalangan akademisi, membangun ekosistem inovasi berbasis kolaborasi antara universitas, pemerintah, dan industri, serta mengintegrasikan capaian SDGs dalam setiap riset dan pengabdian. Dengan langkah tersebut, UPI dapat mempercepat lahirnya inovasi yang aplikatif, berdampak sosial, dan memiliki daya saing global.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Museum Pendidikan Nasional UPI berharap lahir sinergi yang lebih luas antara akademisi, praktisi, dan institusi. Kolaborasi tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat kemandirian bangsa melalui inovasi, serta mendukung percepatan pencapaian SDGs di tingkat nasional maupun global.

Kontributor: Fadilla Febrianty Nitami

Editor: RK