English
Indonesia

Mahasiswa KKN Tematik UPI Kunjungi Potensi UMKM Keripik Kentang di Desa Sukatani

21 Aug 2023 •

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam meningkatkan perekonomian suatu negara. Di Indonesia sendiri, pemerintah memastikan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian bangsa. Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, UMKM kembali menjadi pahlawan kebangkitan ekonomi nasional di tahun 2023 dengan membuka lapangan kerja dan peluang usaha. 

Salah satu keberhasilan pengembangan UMKM di desa yaitu dengan tersebarnya UMKM di desa-desa di seluruh Indonesia. Desa-desa ini seringkali memiliki potensi sumber daya alam yang dapat diolah menjadi produk-produk yang memiliki nilai jual yang tinggi. Dengan desa-desa memanfaatkan potensi sumber daya alam ini mampu memberikan kontribusi nyata dalam mengangkat perekonomian masyarakat desa setempat dan mampu mengurangi kesenjangan perekonomian masyarakat desa dengan masyarakat kota. 

Di desa Sukatani, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut terdapat UMKM yang terkenal. Usaha tersebut ialah keripik kentang yang sudah memiliki izin usaha serta sedang dalam masa proses pengajuan sertifikat halal kepada MUI. Usaha keripik kentang ini sudah berdiri sejak tahun 2007 dan terhitung sukses dan tersohor baik di dalam kota maupun di luar kota. Pembuatan keripik kentang ini terbilang masih menggunakan metode sederhana yaitu dalam proses pengupasan dan pengirisan masih secara manual dengan tangan tidak menggunakan mesin. 

Untuk proses produksi, usaha keripik kentang ini memproduksi sesuai dengan ketersediaan bahan baku kentang. Hal ini dikarenakan bahan baku kentang yang susah untuk di dapat. Untuk satu kali produksi biasanya dapat menghabiskan sebanyak kurang lebih 8 kwintal kentang tergantung kinerja dari pekerjanya yang berjumlah sebanyak 14 orang pekerja.  

Untuk pemasarannya, produk keripik kentang ini dijual ke beberapa sentra oleh-oleh di beberapa wilayah seperti Garut, Bandung, Bogor, Jakarta, Bekasi. Keripik kentang ini paling banyak diminati di Kota Bandung. Produk ini dijual dengan harga 175.000/2,5 kg. Bahkan keripik kentang ini sudah masuk ke dalam istana negara. 

“Bahkan pada saat Kaesang (Putra Jokowi) menikah juga, keripik kentang ini dipilih menjadi salah satu kudapan dalam pernikahannya” ujar Ibu Rika

Selasa, 31 Juli 2023, Mahasiswa KKN Tematik UPI Desa Sukatani melakukan observasi pada usaha milik warga Desa Sukatani. Observasi ini bertujuan untuk mengetahui potensi UMKM di Desa Sukatani yang selanjut diharapkan dapat mengenalkan dan mengangkat potensi UMKM di Desa Sukatani. Dalam observasi tersebut mahasiswa KKN Tematik UPI turut serta dalam membantu proses produksi keripik kentang, seperti membantu mengupas kulit kentang. Selain itu, bahan baku yang digunakan untuk membuat keripik kentang juga menjadi faktor penentu kelezatan produk ini. Hanya kentang berkualitas tinggi yang cocok untuk menghasilkan keripik dengan kerenyahan yang pas. Selain itu, penggunaan bahan baku lokal juga memberikan nilai tambah dalam mendukung industri pertanian dan ekonomi lokal.

Selain membantu proses produksi keripik kentang, mahasiswa KKN Tematik UPI Desa Sukatani pada saat melakukan observasi menemukan terdapat banyak limbah kulit kentang yang terbuang. Melihat hal tersebut mahasiswa KKN Tematik UPI Desa Sukatani berinisiatif untuk mengolah limbah kulit kentang tersebut menjadi produk makanan yang memiliki nilai jual tinggi, yaitu dengan menjadikannya menjadi kerupuk kulit kentang yang mengandung nutrisi yang baik untuk tubuh kita jika diolah dengan benar. (Teks & Foto: Kontributor Berita UPI/Irfan Nurjaman)

KKN Langensari 2020 Menyampaikan Pesan Moral Melalui Mural

23 Feb 2020 •

Rabu (29/01/2020)

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai bentuk nyata dari Pengabdian Kepada Masyarakat. Program Pengabdian Kepada Masyarakat melalui KKN  berupaya mewujudkan pendidikan yang lebih efektif yaitu pendidikan nyata yang dialami dengan langsung oleh mahasiswa. Tidak hanya pada penguasaan materi dan teori, tetapi juga aplikasi dari teori-teori dan pembelajaran yang didapatkan di bangku perkuliahan dapat diterapkan pada lingkungan masyarakat. Dengan diadakannya program Pengabdian Kepada Masyarakat melalui KKN ini, diharapkan seorang mahasiswa semakin matang dengan disiplin keilmuannya, mampu beradaptasi dan berinteraksi sosial dengan masyarakat sehingga diharapkan mampu menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di masyarakat di kemudian hari (LPPM IAIN Tulungagung, 2018).

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Citarum Harum Multihelix di Desa Langensari Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, melaksanakan salah satu program kerja yaitu mural dengan media dinding halaman SDN 2 Langensari pada minggu ketiga bulan Januari 2020. Tema pada pelaksanaan mural ini, yaitu pemilahan sampah. Ini bertujuan agar masyarakat dapat mampu menerima edukasi dengan metode yang unik dan kreatif melalui ilustrasi pemilahan sampah yang digambarkan pada lahan tembok Desa Langensari. Mural ini dilukis di dinding yang mengarah langsung ke lapangan desa dan biasa dilalui warga sekitar. Program ini dipilih berdasarkan hasil pengamatan mahasiswa selama KKN, tempat ditemukan banyaknya sampah yang dibuang sembarangan di sekitar pemukiman warga.

Mural merupakan kata yang berasal dari bahasa latin yaitu dari kata “murus” yang berarti dinding. Secara umum, mural merupakan teknik menggambar atau melukis di dinding atau media lebar lainnya yang bersifat permanen (Asfihan, 2019). Mural merupakan metode menggambar atau melukis di atas media dinding, tembok, atau permukaan luas dengan menggunakan cat tembok, kapur, dan cat kayu permanen. Mural memiliki fungsi berupa memberikan suasana baru di suatu daerah dan juga memberikan visualisasi berupa pesan-pesan tertentu yang hendak disampaikan untuk target masyarakat tertentu.

Selain memanfaatkan lahan yang tersedia, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengedukasi siswa dan warga sekitar. Mahasiswa lebih memilih menggunakan media mural, karena mural lebih mudah dipahami dan lebih menarik perhatian masyarakat. Melalui pelaksanaan program kerja Mural ini, mahasiswa KKN dapat melatih kemampuan kreativitas dalam berkarya melalui pembuatan ilustrasi mural. Selain itu, dengan adanya program kerja ini lahan berupa tembok di sekitar Desa Langensari tersebut menjadi lebih bermanfaat karena terdapat pesan-pesan informatif yang dapat dilihat oleh masyarakat sekitar yang berlalu lalang di daerah tersebut. Menurut Yayu, sebagai ketua PKK RW 04 Desa Langensari, mengatakan bahwa beliau sangat berterimakasih kepada mahasiswa KKN karena memberdayakan lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal untuk menyampaikan pesan yang bermanfaat daripada digunakan untuk hal-hal lain yang tidak memiliki esensi yang jelas.

Hal ini sejalan dengan pendapat dari salah satu anggota KKN, Asha Nurjanah “Mural merupakan alternatif yang tepat untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya, serta sesuai dengan jenisnya. Karena sifatnya yang universal, sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat lebih mudah diterima oleh semua kalangan.” Setelah dilaksanakannya mural ini, diharapkan seluruh masyarakat di Desa Langensari dapat memahami jenis-jenis sampah dan cara memilah sampah dengan benar serta dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya memilah sampah. (Andy)

Pencarian