Bandung, UPI

Tim pengabdian masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) meluncurkan program “Garden-Mind: Intervensi Therapeutic Gardening Berbasis Hidroponik” di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung. Program lintas disiplin ini memanfaatkan aktivitas berkebun hidroponik secara terstruktur sebagai terapi untuk meredakan kecemasan (anxiety) dan stres pada anak binaan.

Pertemuan kedua program tersebut berlangsung di area praktik LPKA Kelas II Bandung, Kamis (13/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula Tahun Pendanaan 2026 yang didanai oleh Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Tim pengabdian diketuai oleh Hendriano Meggy, M.Pd. (Prodi Pendidikan Khusus UPI), dengan anggota Nita Nitiya Intan Tanbrin, M.Pd. (Pendidikan Khusus), Selfiyani Lestari, M.Si. (Psikologi), serta melibatkan tiga mahasiswa Prodi Pendidikan Khusus.

Ketua Tim Pengabdian, Hendriano Meggy, M.Pd., menjelaskan bahwa Garden-Mind tidak sekadar mengajarkan keterampilan teknik bercocok tanam, melainkan memanfaatkan setiap tahapannya sebagai sarana kesehatan mental dan pembentukan karakter.

“Merawat tanaman bukan sekadar bercocok tanam. Prosesnya menjadi ruang untuk melatih kesabaran, tanggung jawab, regulasi emosi, sekaligus memberikan keterampilan vokasional. Harapannya, kegiatan ini memberikan pengalaman positif yang berkelanjutan bagi anak binaan,” ujar Meggy.

Sesi terapi hidroponik diawali dengan pengisian lembar check-in emosi untuk mengenali kondisi psikologis awal peserta. Setelah itu, enam anak binaan yang menjadi peserta utama dibekali teori dasar hidroponik, praktik mengukur pH air dengan alat digital, pencampuran nutrisi A dan B, hingga pemindahan bibit rockwool ke dalam instalasi netpot.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pencatatan lembar monitoring harian dan evaluasi check-out emosi. Dari sesi refleksi, para peserta mengaku merasa lebih tenang dan rileks setelah mempraktikkan langsung tahapan bercocok tanam tersebut.

Kepala LPKA Kelas II Bandung, Jumedi, A.Md.IP., S.H., menyambut hangat inisiatif akademisi UPI tersebut. Menurutnya, program ini menjadi angin segar dalam mendukung proses pembinaan karakter serta kesejahteraan emosional para anak binaan.

Antusiasme juga terlihat dari anak binaan lain di luar kelompok intervensi yang turut hadir mengamati dan mencoba praktik hidroponik secara langsung. Pemantauan perkembangan kondisi emosional peserta beserta tanaman hidroponik akan terus dilakukan secara berkala oleh tim UPI pada sesi-sesi selanjutnya. (DN)