Bandung, UPI

Tenaga kependidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyatakan komitmennya untuk mendukung transformasi institusi menuju universitas bereputasi global sebagaimana disampaikan Rektor UPI dalam Sidang Pleno Terbuka Majelis Wali Amanat (MWA) dengan agenda Pidato Tahunan dan Laporan Kinerja Rektor UPI Tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) UPI, Rabu (15/7), tersebut menjadi forum evaluasi pelaksanaan Renstra UPI 2021–2025 sekaligus penyampaian arah strategis Renstra 2026–2030.

Menanggapi laporan kinerja Rektor, anggota MWA dari unsur tenaga kependidikan, Aji Ahmad Fauzi, S.T., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Logistik, Inventarisasi, dan Kendaraan pada Biro Aset dan Lingkungan UPI, menilai berbagai kebijakan yang dijalankan selama ini telah memberikan dampak positif, khususnya terhadap peningkatan kesejahteraan dan pengembangan tenaga kependidikan.

Menurut Aji, salah satu perubahan yang telah dirasakan adalah meningkatnya kesejahteraan tenaga kependidikan melalui kebijakan Maslahat Tambahan Berdampak (MTB), sebuah program tunjangan kinerja UPI sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kinerja dosen serta tenaga kependidikan, dengan besaran disesuaikan melalui penilaian unsur dasar dan kinerja unit. Ia menilai kebijakan tersebut merupakan langkah positif yang perlu dipertahankan dan terus ditingkatkan pada periode pembangunan berikutnya.

“Salah satu hal yang sudah kami rasakan adalah peningkatan kesejahteraan tenaga kependidikan, terutama melalui pemberian MTB. Harapannya, kesejahteraan tenaga kependidikan dapat terus meningkat dan minimal tidak mengalami penurunan,” ujarnya.

Selain aspek kesejahteraan, Aji juga menilai adanya perkembangan dalam penataan jenjang karier tenaga kependidikan. Meski demikian, ia berharap evaluasi terhadap sistem penempatan dan pengembangan karier terus dilakukan agar kesempatan peningkatan kapasitas dan promosi jabatan semakin terbuka bagi tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi.

Menanggapi arah transformasi UPI menuju universitas bereputasi dunia, Aji menilai tantangan terbesar terletak pada penguatan peran tenaga kependidikan sebagai bagian integral dalam pencapaian visi universitas. Menurutnya, tenaga kependidikan tidak boleh hanya dipandang sebagai unsur pendukung, tetapi harus diberi ruang untuk berkontribusi secara aktif sesuai kompetensinya.

“Tenaga kependidikan harus lebih percaya diri dan mampu menunjukkan bahwa kami bukan sekadar tenaga pendukung, tetapi bagian penting dalam pencapaian tujuan universitas. Tendik harus berperan aktif dalam mendukung transformasi UPI,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun solidaritas di kalangan tenaga kependidikan. Menurutnya, komunikasi yang baik dan wadah untuk menyalurkan aspirasi akan memperkuat kontribusi tenaga kependidikan dalam proses pengambilan kebijakan universitas.

“Yang paling penting, wadah tersebut benar-benar menjadi sarana memperjuangkan kepentingan tenaga kependidikan, bukan dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu atau kepentingan politik sesaat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aji berharap pelaksanaan Renstra 2026–2030 semakin memberikan perhatian terhadap pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Ia mengapresiasi kebijakan Rektor yang telah mendorong berbagai program upgrading skill, baik melalui pelatihan teknis maupun pengembangan soft skill, yang menurutnya mulai memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas tenaga kependidikan.

“Kami berharap pelatihan-pelatihan tersebut terus dilaksanakan agar kompetensi tenaga kependidikan semakin meningkat. Selain itu, sistem penempatan dan pengangkatan jabatan juga perlu benar-benar didasarkan pada kompetensi, sehingga setiap orang memperoleh kesempatan sesuai kemampuan yang dimilikinya,” ungkapnya.

Aji menambahkan bahwa berbagai program peningkatan kompetensi yang telah dijalankan perlu dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh tenaga kependidikan. Menurutnya, kesempatan tersebut merupakan bentuk komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung berbagai program strategis UPI di masa mendatang.

Melalui peningkatan kesejahteraan, penguatan kompetensi, sistem karier berbasis merit, serta sinergi seluruh sivitas akademika, tenaga kependidikan optimistis dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mendukung transformasi Universitas Pendidikan Indonesia menjadi perguruan tinggi bereputasi global yang unggul, berdampak, dan berdaya saing internasional. (RK/Rija/DN)