
Sumedang, UPI
Tim Peneliti Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Model Edupreneurship Komunitas Berbasis CEFE (Competency Based Economies Through Formation of Enterprises) di Desa Karangpakuan, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang. Selasa (16/6). Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian yang bertujuan mengembangkan model pemberdayaan masyarakat berbasis kewirausahaan untuk meningkatkan ketahanan keluarga sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting melalui penguatan ekonomi dan kapasitas masyarakat lokal.
Melalui kegiatan ini, UPI khususnya Program Studi Pendidikan Masyarakat FIP UPI menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya menghasilkan kajian akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan masyarakat. Pendekatan Edupreneurship berbasis CEFE yang dikembangkan tim peneliti diharapkan mampu meningkatkan kompetensi kewirausahaan masyarakat sehingga potensi lokal dapat dioptimalkan menjadi sumber penguatan ekonomi keluarga yang berkelanjutan.
Ketua Tim Peneliti, Prof. Dr. H. Oong Komar, M.Pd., bersama anggota tim Dr. Cucu Sukmana, M.Pd., Prof. Dr. H. Jajat S. Ardiwinata, M.Pd., dan Dr. Viena Rusmiati Hasanah, M.Pd., menegaskan bahwa penelitian ini merupakan bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi yang berorientasi pada dampak (impact-oriented research). Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar penyusunan program pemberdayaan masyarakat yang relevan dengan kebutuhan warga Desa Karangpakuan pasca perubahan sosial-ekonomi akibat keberadaan Waduk Jatigede.
Kegiatan FGD ini juga sejalan dengan semangat Program Berdampak yang dikembangkan UPI, yaitu menghadirkan pendidikan tinggi yang mampu memberikan kontribusi langsung terhadap penyelesaian persoalan masyarakat. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kelompok masyarakat, dan pelaku usaha lokal, hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada rekomendasi akademik, tetapi dapat diwujudkan dalam program pemberdayaan yang meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kualitas hidup masyarakat desa.
Selain itu, kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui penguatan ekonomi keluarga, SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui dukungan terhadap pencegahan stunting dan pemenuhan gizi keluarga, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan layanan kesehatan masyarakat, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan kewirausahaan dan UMKM berbasis potensi lokal.

Dalam diskusi yang berlangsung secara partisipatif, peserta mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih dihadapi masyarakat, seperti tingkat pendapatan keluarga yang belum optimal, kebutuhan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perlunya penguatan program pemberdayaan yang berkelanjutan. Di sisi lain, masyarakat juga memetakan berbagai potensi lokal yang dapat dikembangkan, antara lain sektor agrowisata, budidaya ikan, peternakan lele, bank sampah, serta produk UMKM lokal seperti opak, rengginang, gendar, katempling berbahan singkong, dan berbagai produk olahan hasil Kelompok Wanita Tani (KWT).
Berdasarkan hasil diskusi, tim peneliti merekomendasikan beberapa langkah strategis, yaitu penguatan kapasitas kewirausahaan masyarakat melalui pelatihan berbasis CEFE, pendampingan pengembangan UMKM dan pemasaran digital, penguatan kelembagaan ekonomi desa, peningkatan kolaborasi antar-pemangku kepentingan, serta integrasi program ketahanan keluarga dengan upaya pencegahan stunting. Rekomendasi ini diharapkan menjadi dasar pengembangan program penelitian lanjutan maupun pengabdian kepada masyarakat yang lebih tepat sasaran.
FGD yang dilaksanakan di Basisir Muda Demang tersebut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, termasuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kelompok Wanita Tani (KWT), kelompok budidaya ikan, POKDARWIS, pelaku UMKM, kader Posyandu, Orang tua dan tokoh Masyarakat beserta mahasiswa prodi pendidikan masyarakat. Hadir pula Aseng Sirojudin selaku Ketua BPD Desa Karangpakuan yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif UPI dalam memfasilitasi ruang dialog dan perencanaan pembangunan berbasis potensi lokal.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan sambutan Ketua BPD Desa Karangpakuan dan sambutan tim peneliti. Selanjutnya peserta mengikuti sesi pemaparan dan diskusi kelompok yang dipandu moderator, diselingi kegiatan ice breaking untuk meningkatkan partisipasi peserta. Pada akhir kegiatan, moderator menyampaikan rangkuman hasil diskusi yang kemudian ditutup secara resmi oleh MC.
Melalui FGD ini, Tim Peneliti FIP UPI berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan model Edupreneurship berbasis CEFE yang mampu memperkuat ketahanan keluarga, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta mendukung upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan di Desa Karangpakuan dan wilayah sekitarnya. (Cucu)

