
Sleman, UPI
Suasana hangat penuh antusiasme menyelimuti ruang pertemuan SD Teladan Yayasan Sinai Indonesia, Sleman, sejak pagi hari. Para guru SD Teladan berkumpul untuk mengikuti Workshop Didactical Design Research (DDR) yang diselenggarakan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), pada Kamis (14/8/2025).
Kegiatan ini tidak sekadar pelatihan biasa. Lebih dari itu, ia menjadi wadah bagi para guru sekolah dasar untuk memperkaya wawasan, menajamkan keterampilan pedagogis, sekaligus menjalin kolaborasi akademik dengan salah satu prodi unggulan UPI yang dikenal memiliki tradisi riset kuat, yaitu Prodi Pendidikan Bahasa Arab.
DDR: Metode Riset Didaktis untuk Guru
Sebagai pemateri utama, Penggagas Metode DDR yaitu Prof. Dr. Didi Suryadi, M.Ed., menekankan pentingnya guru menguasai kemampuan membedakan kategori informasi yang beredar. Guru, katanya, harus mampu memilah antara hoaks, doxa (informasi yang belum pasti benar), dan pengetahuan yang sahih.
Prof. Didi menjelaskan bahwa kualitas pembelajaran dapat dibangun dengan memahami tiga lapisan pengetahuan: know-that (fakta dan konsep), know-how (cara melakukan), dan know-why (rasionalisasi). “Ketika guru mampu menguasai ketiganya, ia tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing siswa berpikir kritis dan reflektif,” ujarnya.
Tak berhenti pada teori, Prof. Didi juga menyinggung tentang cara mengatasi hambatan belajar. Mulai dari kendala didaktis dalam penyusunan materi, hingga faktor psikologis yang kerap menjadi penghalang keberhasilan siswa dalam memahami pelajaran.
DDR dan Tradisi Ilmiah Prodi Pendidikan Bahasa Arab
Sesi kedua dibawakan oleh Dr. Asep Sofyan, M.Ag., yang berbagi pengalaman penerapan DDR di lingkungan akademik Prodi Pendidikan Bahasa Arab UPI. Menurutnya, metode ini sudah berhasil dilatihkan kepada mahasiswa sehingga mereka mampu menulis artikel ilmiah berbasis DDR dan mempublikasikannya di jurnal bereputasi.
“Ini membuktikan bahwa DDR bukan hanya konsep abstrak, melainkan metodologi yang aplikatif, baik di ruang kelas maupun dalam pengembangan karya akademik,” jelas Dr. Asep.
Hal ini sekaligus memperlihatkan keunggulan Prodi Pendidikan Bahasa Arab UPI, yang terus berupaya menjembatani antara teori, praktik lapangan, dan publikasi ilmiah. Dengan demikian, prodi ini tidak hanya mencetak pendidik yang kompeten, tetapi juga peneliti yang produktif.
Tim PkM UPI dan Kolaborasi Akademik
Acara ini juga dihadiri oleh Tim PkM Prodi Pendidikan Bahasa Arab UPI, terdiri atas Prof. Dr. Maman Abdurrahman, M.Ag., Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., M. Farhan, M.Pd., dan Dr. Rinaldi, M.Pd. Kehadiran mereka menambah bobot akademik sekaligus mempererat silaturahmi antara UPI dan SD Teladan.
Direktur SD Teladan, Ibu Nur Hilawah, S.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran tim UPI. “Kami merasa terhormat mendapat kesempatan belajar langsung dari para pakar. Semoga ilmu DDR ini bisa segera kami terapkan demi meningkatkan kualitas pembelajaran siswa,” ucapnya dengan penuh semangat.
Momentum Berharga bagi Guru
Workshop ditutup dengan sesi refleksi, foto bersama, dan obrolan santai antara peserta dengan para pemateri. Bagi para guru SD Teladan, hari itu menjadi momen berharga, yaitu memperoleh pengetahuan baru, memperluas wawasan pedagogis, dan semakin termotivasi untuk mengajar dengan pendekatan yang lebih terstruktur, teruji, dan berlandaskan riset.
Bagi Prodi Pendidikan Bahasa Arab UPI, kegiatan ini adalah wujud nyata kontribusi keilmuan di tengah masyarakat. Melalui DDR, prodi ini meneguhkan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu kependidikan yang tidak hanya unggul di ruang akademik, tetapi juga memberi dampak langsung bagi peningkatan kualitas pendidikan dasar di Indonesia.
Kontributor: Yusuf Ali Tantowi



