Sumedang, UPI

Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang tergabung dalam Tim PM BEM Berdampak melaksanakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Nilai Tambah Ikan Tawar melalui Kreasi Makanan Khas untuk Menunjang Wisata Jatigede di Saung Muda Demang, Desa Karangpakuan, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Sabtu, (8/11).
Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan keterampilan pengolahan hasil perikanan air tawar menjadi produk kuliner bernilai jual tinggi, sekaligus mendukung pengembangan sektor wisata berbasis potensi lokal.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 20 peserta yang dilibatkan terdiri dari warga, kelompok pembudidaya ikan nila dan lele, serta Kelompok Wanita Tani Desa Karangpakuan mengikuti pelatihan dengan antusias. Mereka memperoleh wawasan dan praktik langsung dalam mengolah berbagai produk olahan seperti nugget ikan nila, keripik ikan, dan ikan lele goreng. Pelatihan ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi UPI dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui kegiatan mahasiswa yang berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi warga.

Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh “Badan Eksekutif Mahasiswa” (PM-BEM) merupakan program pendanaan untuk menjembatani kolaborasi dosen dalam pengembangan dan penerapan teknologi dan inovasi yang dihasilkan oleh perguruan tinggi dan inisiasi serta partisipasi mahasiswa untuk dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui program “Mahasiswa Berdampak”, Kemdiktisaintek berupaya memfasilitasi, memperluas, dan mengkonsolidasikan gerakan pengabdian dosen dan mahasiswa dalam skala nasional yang lebih terstruktur dan berdampak.

Melalui kegiatan ini, Tim PM BEM Berdampak berkontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga mendorong inovasi produk lokal dan memperkuat ketahanan ekonomi desa berbasis potensi sumber daya perikanan.

Menurut Dr. Cucu Sukmana, M.Pd, Dosen Prodi Pendidikan Masyarakat FIP UPI sekaligus Ketua Tim PM BEM Berdampak, kegiatan ini adalah bentuk nyata peran kampus dalam mengimplementasikan tridarma perguruan tinggi. “Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil perikanan, tetapi juga menjadi kontribusi konkret mahasiswa UPI dalam mendukung pengembangan potensi wisata dan ekonomi lokal di Sumedang,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, tim PM BEM Berdampak akan melakukan pendampingan pascapelatihan, meliputi pengemasan produk, legalitas usaha, pemasaran, dan digitalisasi produk. Pendampingan ini diharapkan menjadi strategi keberlanjutan agar hasil pelatihan tidak berhenti pada tataran teori, tetapi benar-benar menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat. Rekomendasi strategis lainnya adalah mendorong kolaborasi lintas pihak antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, media, komunitas, dan pelaku UMKM lokal dalam memperluas akses pasar produk olahan ikan tawar.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Karangpakuan, dan dihadiri oleh perwakilan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumedang, Ketua KOMPEPAR BMD Asep Suhada NP, Drs., anggota tim dosen PM BEM berdampak oleh BEM FIP UPI Dela Amelia, M.Pd dan Ismail Yusuf, M.M, tim teknis PM BEM berdampak Muhamad Hadi Ali, M.M.Pd, perwakilan komunitas pelaku UMKM desa karangpakuan, perwakilan dari PKBM Al Insan desa Cikeusi, perwakilan dari dosen prodi Pendidikan Masyarakat Sodikin, Ph.D, serta perwakilan laboratorium Pendidikan masyarakat Dr. Eko Sulistiono, M.Pd. Narasumber utama dalam pelatihan ini adalah Erlin Rosiah, S.Pi, M.TrPi selaku Penyuluh Perikanan Kabupaten Sumedang dan Ismail Yusuf, S.T., M.M Dosen Pendidikan Kewirausahaan UPI Kampus Tasikmalaya.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan simbolis alat produksi kepada ketua kelompok pembudidaya ikan, Surono, S.Pd.I, sebagai bentuk dukungan keberlanjutan program. Dengan terlaksananya pelatihan ini, diharapkan Desa Karangpakuan dapat menjadi contoh desa inovatif yang berhasil mengembangkan potensi lokal melalui sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan perguruan tinggi. (DN)