Subang, UPI

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Berdampak (KKN P2MB) UPI Kampus Sumedang Kelompok 3 merintis bimbingan belajar bertajuk KELANA (Kelas Literasi Anak Desa). Kegiatan yang memanfaatkan Perpustakaan Desa Mayang ini ditujukan untuk mendampingi serta meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi murid SDN Mayang 1, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang.

Program yang berlangsung sejak 23 September hingga 15 Oktober 2026 ini melibatkan 11 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UPI Kampus Sumedang. Sebanyak 50 murid SDN Mayang 1, termasuk anak-anak yang masih mengalami kesulitan dalam kemampuan membaca dan menulis dasar, mendapatkan pendampingan belajar secara bertahap, interaktif, dan menyenangkan.

Pemanfaatan Perpustakaan Desa sebagai pusat kegiatan tak hanya mengoptimalkan fasilitas publik yang ada, tetapi juga bertujuan merevitalisasi fungsi perpustakaan agar menjadi ruang belajar yang aktif, ramah anak, dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Inisiatif ini disambut baik oleh Kepala SDN Mayang 1 yang menilai bimbingan belajar KELANA efektif dalam mendongkrak minat baca serta rasa percaya diri para siswa.

“Bimbel KELANA sangat bermanfaat dalam meningkatkan minat baca, kemampuan literasi, serta kepercayaan diri anak. Harapannya, kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, menjangkau lebih banyak murid, serta semakin inovatif dalam memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak di Desa Mayang,” tutur Kepala SDN Mayang 1.

Apresiasi senada disampaikan oleh Kepala Desa Mayang. Menurutnya, kepedulian mahasiswa UPI dalam mendampingi anak-anak usia sekolah turut mendukung program pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 3 PGSD UPI Kampus Sumedang turut menegaskan bahwa program ini menjadi wadah penerapan kompetensi calon pendidik yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Melalui KELANA, mahasiswa tidak hanya menerapkan kemampuan kependidikan, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan belajar anak-anak di Desa Mayang. Pendampingan yang sabar dan terstruktur menjadi bagian penting dalam membantu anak mengembangkan kemampuan literasinya,” ungkap DPL Kelompok 3.

Inisiatif ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Setelah masa KKN berakhir, pengubahan fungsi Perpustakaan Desa ini diharapkan dapat diteruskan melalui skema kolaborasi antara pemerintah desa, sekolah, pengelola perpustakaan, dan masyarakat lokal. (DN)