Bandung, UPI

Kelompok mahasiswa Program Studi Fisika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengukir prestasi internasional pada ajang World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2026 yang diselenggarakan di SEGi University, Malaysia, pada 19–25 September 2026. Tim yang beranggotakan Marzhal Qeianu Rafly, Caca Aulia, Nabilah Sulaimah Zahroh, Rainta Allaia, dan Yudhistira Aulia Chandra tersebut berhasil menyabet medali perak usai bersaing dengan 517 tim dari 12 negara.

Dalam ajang inovasi global tersebut, tim Fisika UPI mengusung karya ilmiah bertajuk “OMEGALOOP: An Integrated Circular System Transforming Organic Waste via BSF Bioconversion and Fermented Chayote Leaf Meal into High Omega-3 Poultry Feed”. Inovasi ini mengintegrasikan pengolahan sampah makanan rumah tangga memanfaatkan larva Black Soldier Fly (BSF) serta fermentasi limbah daun labu siam (chayote) dari area pertanian untuk menghasilkan pakan ayam petelur berkualitas tinggi.

Pemanfaatan sisa limbah ini berorientasi pada komitmen Sustainable Development Goals (SDGs). Karya ini mendukung SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan menekan biaya produksi pakan hingga 61,5% dibandingkan pakan komersial. Selain itu, inovasi ini menunjang SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) karena mencegah praktik pembakaran terbuka limbah pertanian, sekaligus menghasilkan produk telur fungsional dengan kandungan omega-3 mencapai 0,13%.

Pencapaian internasional ini mendapat apresiasi dari Dosen Kemahasiswaan Prodi Fisika sekaligus Ketua Grup Riset Instrumentasi Lingkungan UPI, Dr. Selly Feranie, S.Pd., M.Si.

“Kami sangat menyambut baik inisiatif sekelompok mahasiswa yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan ini. Mereka berhasil menciptakan invensi solusi lingkungan berkelanjutan yang juga bernilai ekonomis tinggi karena mengurangi biaya produksi secara signifikan dengan memanfaatkan limbah lokal,” ujar Dr. Selly Feranie.

Ia menambahkan, keikutsertaan mahasiswa dalam ajang internasional menjadi langkah strategis untuk memperluas wawasan keilmuan. “Melalui ajang internasional seperti WICE 2026 ini, wawasan mereka akan terbuka lebih luas. Kami berharap pengalaman berharga ini menjadi pemantik motivasi bagi mereka untuk terus melahirkan invensi-invensi solusi lingkungan lainnya di masa depan,” tuturnya.

Inovasi sistem sirkular OMEGALOOP ini telah diimplementasikan secara nyata melalui penyerahan hasil riset kepada masyarakat di Desa Cibodas, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Sebagai langkah pelindungan hak kekayaan intelektual, tim mahasiswa bersama Grup Riset Instrumentasi Lingkungan UPI juga telah mengajukan pendaftaran formulasi paten sederhana untuk pakan berbasis maggot dan daun labu siam difermentasi tersebut. Langkah hilirisasi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan perekonomian peternak lokal melalui produksi telur kaya nutrisi. (DN)