Garut, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperkuat upaya peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Garut melalui dua program strategis yang menyasar peningkatan kompetensi pendidik dan penguatan kualitas pembelajaran di sekolah. Bersama Pemerintah Kabupaten Garut, UPI melaksanakan pelatihan bagi 400 guru dan tenaga pendidik serta menerjunkan 360 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Sekolah Pascasarjana (SPs) UPI dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kedua program tersebut difokuskan pada penguatan literasi, numerasi, dan implementasi pendekatan Deep Learning sebagai bagian dari transformasi pembelajaran di satuan pendidikan.

Program tersebut merupakan implementasi dari kemitraan yang telah terjalin antara UPI dan Pemerintah Kabupaten Garut dalam pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia. Melalui kolaborasi tersebut, UPI menghadirkan berbagai program yang tidak hanya memperkuat kapasitas guru, tetapi juga mendorong pemanfaatan hasil riset dan inovasi pendidikan untuk menjawab kebutuhan sekolah dan masyarakat.

Dekan Sekolah Pascasarjana UPI, Prof. Dr. Juntika Nurihsan, M.Pd., mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pendidikan melalui kolaborasi yang berkelanjutan dengan pemerintah daerah.

“Kita ingin Sekolah Pascasarjana bukan hanya seperti mercusuar, tetapi betul-betul ingin dirasakan keberadaannya. Pengembangan risetnya, inovasi riset, dan pengembangannya tersosialisasikan serta betul-betul dimanfaatkan oleh sekolah yang ada di Garut ini,” ujarnya saat membuka Program Pengabdian kepada Masyarakat Mahasiswa PPG SPs UPI di Pendopo Kabupaten Garut.

Menurut Prof. Juntika, hasil penelitian dan inovasi yang dihasilkan sivitas akademika UPI harus dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan sehingga memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kualitas pembelajaran.

“Sehingga riset itu tidak hanya disimpan di rak-rak yang bagus di kampus UPI, tetapi menjadikan penelitian itu sebagai basis pembelajaran dan pengembangan di Garut,” katanya.

Salah satu implementasi kerja sama tersebut diwujudkan melalui program peningkatan kompetensi bagi 400 guru dan tenaga pendidik di Kabupaten Garut. Pelatihan dirancang untuk memperkuat kapasitas pendidik dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kemampuan literasi serta numerasi peserta didik. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sekaligus memperkuat kemampuan guru dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.

Komitmen tersebut kemudian diperkuat melalui penerjunan 360 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 ke sejumlah sekolah di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa didampingi oleh dosen pembimbing lapangan untuk melaksanakan pendampingan pembelajaran, observasi kelas, identifikasi kebutuhan sekolah, serta implementasi pendekatan Deep Learning dan metode GASING sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik. Selain menjadi bagian dari proses pendidikan calon guru profesional, kegiatan ini juga memberikan pendampingan langsung kepada sekolah dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang lebih inovatif.

Ketua Program Studi PPG SPs UPI, Prof. Dr. Asep Herry Hernawan, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan kompetensi akademik dengan pengalaman nyata di lapangan. Melalui observasi dan pendampingan di sekolah, mahasiswa turut menyusun pemetaan kebutuhan pendidikan yang dapat menjadi rekomendasi bagi pengembangan pembelajaran dan kebijakan pendidikan di daerah.

Bupati Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU., mengapresiasi kontribusi UPI dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Garut. Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas guru sekaligus meningkatkan capaian belajar peserta didik.

“Alhamdulillah, saya yakin UPI adalah lembaga pendidikan terbaik di Indonesia yang fokus dalam bidang pendidikan. Kita meminta orang-orang terbaik untuk membantu Garut,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut bersama UPI akan melaksanakan pelatihan bagi 400 pendidik sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya pada aspek literasi dan numerasi.

“Dalam waktu dekat akan ada pelatihan dari UPI untuk 400 pendidik yang akan membantu Kabupaten Garut, terutama dalam peningkatan kualitas pada aspek literasi dan numerasi,” katanya.

Melalui dua program tersebut, UPI dan Pemerintah Kabupaten Garut membangun ekosistem kolaborasi yang menghubungkan peningkatan kompetensi guru, penguatan kapasitas calon guru, serta pemanfaatan hasil riset pendidikan dalam praktik pembelajaran. Dampak yang diharapkan tidak hanya berupa meningkatnya kemampuan literasi dan numerasi peserta didik, tetapi juga lahirnya model pembelajaran yang lebih inovatif, penguatan kapasitas sekolah, serta tersedianya rekomendasi berbasis data bagi penyusunan kebijakan pendidikan di Kabupaten Garut.

Kolaborasi ini menegaskan komitmen UPI sebagai perguruan tinggi yang berdampak (impactful university), dengan menghadirkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara terintegrasi untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Melalui kemitraan yang berkelanjutan dengan pemerintah daerah, UPI terus mendorong transformasi pendidikan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing bangsa. (RK)