Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan layanan akademik. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah merekrut dokter Elvine sebagai dosen melalui jalur prestasi istimewa, sebuah mekanisme yang diperuntukkan bagi individu dengan rekam jejak profesional, inovasi, dan kontribusi yang luar biasa.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi UPI, Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd., menjelaskan bahwa kehadiran dokter Elvin merupakan bagian dari komitmen UPI dalam memenuhi kebutuhan tenaga pendidik yang kompeten, khususnya di Fakultas Kedokteran.

Menurutnya, bidang kesehatan membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi tinggi serta pengalaman profesional yang mampu mendukung pengembangan pendidikan kedokteran di lingkungan UPI.

“Nantinya, penempatan homebase dokter Elvin akan berada di Fakultas Kedokteran dengan pengaturan lebih lanjut oleh pimpinan fakultas sesuai kebutuhan akademik.” Ujar Prof. Tri Indri pada saat acara Penyerahan SK Dosen Tetap, di Ruang Rapat Tengah Gd. Partere Jl. Dr. Setiabudi No. 229 Bandung. Kamis (30/7/2026).

Prof. Tri Indri Hardini menjelaskan bahwa UPI memiliki tiga mekanisme dalam proses rekrutmen dosen, yaitu jalur reguler, jalur pemagangan, dan jalur prestasi istimewa. Jalur prestasi istimewa diberikan kepada individu yang dinilai memiliki pencapaian luar biasa sehingga dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan universitas.

“Dokter Elvine direkrut melalui jalur prestasi istimewa karena kiprah sosialnya, inovasi yang telah dilakukan, serta pengalaman kerja profesional yang unggul. Hal-hal tersebut menjadi kriteria utama dalam penilaian jalur prestasi istimewa,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Elvine menyampaikan apresiasi kepada pimpinan UPI dan Fakultas Kedokteran UPI atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menjadi bagian dari keluarga besar UPI. Ia mengungkapkan bahwa gagasan pengembangan program kesehatan jiwa sebenarnya telah lama didiskusikan bersama pimpinan universitas dengan tujuan menghadirkan lingkungan kampus yang lebih sehat, nyaman, dan mendukung kesejahteraan seluruh warga kampus.

Menurutnya, upaya membangun kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi antara manajemen universitas, pimpinan, fakultas, serta seluruh unsur sivitas akademika agar program-program yang dikembangkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang nyata. Program-program tersebut juga diharapkan diimplementasikan dengan basis penelitian sehingga mampu menghasilkan inovasi yang relevan bagi masa depan.

“Harapan saya, program kesehatan jiwa di UPI dapat menghadirkan well being dan wellness yang lebih baik bagi seluruh sivitas akademika. Dengan dukungan pimpinan, manajemen, dan Fakultas Kedokteran, semoga program-program yang dijalankan dapat diimplementasikan berbasis penelitian untuk masa depan yang lebih baik,” ujar dr. Elvine.

Bagi dr. Elvine, menjadi dosen merupakan impian yang telah lama ingin diwujudkan. Ia mengaku bersyukur dapat mengemban amanah tersebut di UPI dan berharap mampu memberikan kontribusi terbaik dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi sekaligus terus belajar dari para senior dan pimpinan di lingkungan kampus.

Melalui kebijakan tersebut, UPI tidak hanya berupaya memperoleh tenaga pendidik yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga figur profesional yang mampu memperkuat budaya inovasi, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperluas jejaring kolaborasi di bidang kesehatan.

Prof. Tri Indri Hardini berharap kehadiran dokter Elvine dapat memberikan kontribusi terbaik bagi pengembangan Fakultas Kedokteran maupun Universitas Pendidikan Indonesia secara keseluruhan.

“Kami berharap dokter Elvine dapat membantu UPI dengan sekuat tenaga untuk membawa UPI semakin maju, sejalan dengan visi, misi, dan sasaran strategis universitas. Kami optimistis beliau akan memberikan dedikasi terbaik bagi kemajuan UPI,” tutupnya.

Bergabungnya dr. Elvine Gunawan sebagai dosen di Fakultas Kedokteran UPI menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan pendidikan kedokteran yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pada kesehatan mental, kesejahteraan, dan kualitas hidup sivitas akademika. Melalui kolaborasi lintas bidang dan penguatan budaya wellbeing, UPI terus berkomitmen menghadirkan lingkungan belajar yang sehat, inklusif, dan mendukung lahirnya sumber daya manusia unggul untuk Indonesia. (RI)