
Dari riset ke aksi nyata: Sinergi akademisi, pemerintah, dan masyarakat untuk pendidikan dan gizi berkelanjutan
Bandung, UPI — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Program Studi Pendidikan Masyarakat menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pengembangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan Pendekatan Gender Equity, Disability, and Social Inclusion.” Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (14/9) di Hotel Hemangini Bandung ini menjadi bentuk nyata kontribusi UPI dalam menjembatani hasil riset akademik dengan implementasi kebijakan publik.
Sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen pada keberlanjutan sosial dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, UPI berperan penting dalam memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan. Melalui riset dan diskusi multipihak, UPI mendorong optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis sebagai langkah strategis memperkuat gizi anak sekolah dan membentuk karakter generasi sehat, cerdas, dan inklusif.

Acara ini dihadiri oleh tim peneliti UPI, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, sekolah penerima Program MBG, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kayu Ambon Lembang, serta dua narasumber ahli: Dr. Syifa F. Syihab, S.TP., M.Si. (Ahli Gizi) dan Dr. Riki Satia Muharam, S.IP., M.AP. (Ahli Kebijakan Publik).
Ketua tim peneliti Prof. Dr. Elly Malihah, M.Si. menyampaikan bahwa, dalam pelaksanaan Program MBG beberapa temuan penelitian menunjukkan kendala dari aspek kurangnya transparansi dan regulasi yang belum komprehensif hingga belum terintegrasi dengan kurikulum pendidikan. “Di sisi lain, pada pelaksanaan Program MBG muncul masalah ketidaksesuaian jumlah dan variasi menu, minimnya sosialisasi nilai gizi di sekolah, lemahnya pengawasan standar kualitas makanan, serta penumpukan sampah makanan yang mencerminkan belum optimalnya manajemen dan kesadaran gizi di lingkungan sekolah.” ujar Prof. Elly.
Program ini juga merupakan bagian dari program “UPI Berdampak”, yang menegaskan peran universitas dalam memberikan solusi berbasis penelitian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui riset dan kegiatan seperti FGD ini, UPI memperkuat komitmen dalam membangun ekosistem pendidikan yang responsif terhadap isu sosial dan kesehatan publik.
Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). FGD ini menegaskan pentingnya kemitraan lintas sektor dalam membangun sistem pangan sekolah yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan.
Dari hasil diskusi, disepakati sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya perlunya regulasi khusus mengenai standar pelaksanaan program MBG, sistem pemantauan dan evaluasi berbasis data, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan mutu pangan. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, sekolah, dan komunitas juga dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan dan pemerataan manfaat program.
FGD ini menghasilkan kesimpulan bahwa UPI berkomitmen melanjutkan pendampingan dan penelitian kolaboratif guna memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan efektif, transparan, dan sesuai kebutuhan lokal. Kegiatan ini sekaligus mempertegas peran UPI sebagai universitas pelopor yang menjembatani riset akademik dengan kebijakan publik demi mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan berdaya saing global.
Kontributor: Lingga Utami

