
Bandung, UPI – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun lingkungan kerja yang bersih, melayani, dan berintegritas melalui kegiatan Pendampingan Pengisian Lembar Kerja Evaluasi (LKE) Zona Integritas yang digelar 14 November 2025 di Auditorium Gedung Pascasarjana Baru. Kegiatan ini menghadirkan tim dari Inspektorat Jenderal Kemendiktisaintek serta diikuti oleh sekitar 180 peserta dari berbagai unit kerja dan kampus daerah.
Sejak pencanangan Zona Integritas pada 2021, UPI terus mendorong tiap unit untuk menguatkan tata kelola dan layanan publik. Pendampingan tahun ini menjadi momentum penting untuk menyatukan arah dan meningkatkan kualitas persiapan menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) maupun Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Dalam laporan pembukaannya, Ketua Asesor ZI UPI, Dr. Wawan Darmawan, S.Pd., M.Hum, menyampaikan bahwa pembangunan ZI bukan sekadar memenuhi administrasi, tetapi membentuk budaya kerja yang bersih dan profesional.
“UPI punya komitmen membangun good governance dengan pelayanan yang bersih, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Ini pekerjaan besar dan harus dilakukan bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa proses evaluasi ZI melalui tahapan yang ketat, mulai dari TPI UPI, TPI Kementerian, hingga Tim Penilai Nasional KemenPAN-RB. Karena itu, kelengkapan dokumen hanya menjadi salah satu bagian dari keseluruhan upaya perbaikan sistem layanan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan, Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si., dalam arahannya menekankan bahwa UPI tidak sekadar berupaya memenuhi skor penilaian, tetapi ingin memastikan seluruh proses dan budaya kerja benar-benar mencerminkan nilai integritas.
“Yang dinilai bukan hanya angkanya. Budaya tepat waktu, budaya melayani, dan budaya berintegritas itu juga harus berjalan. Inilah pondasi yang membuat UPI layak maju,” tegasnya.
Dengan semangat UPI Melesat, universitas menargetkan minimal dua unit meraih predikat WBK pada 2026, menyusul capaian FPIPS pada 2024. Kesiapan FPIPS, FPBS, dan FPMIPA disebut menonjol berdasarkan evaluasi terakhir, namun seluruh unit memiliki peluang untuk maju jika menunjukkan konsistensi dan kualitas yang kuat.
Dalam sesi wawancara, Eko Haryanto dari Inspektorat Jenderal Kemendiktisaintek menjelaskan bahwa pengisian dokumen kini dilakukan melalui aplikasi INSPIRASI, yang menjadi dasar verifikasi dan penilaian internal.
“Ini bukan hanya pengisian LKE, tetapi memberkas semua proses kerja yang sudah dijalankan. Komitmen kolektif dari pimpinan sampai staf adalah kunci keberhasilan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa enam area perubahan dalam ZI membutuhkan kerja bersama, mulai dari tata kelola antikorupsi, layanan publik, hingga sistem yang memudahkan pemangku kepentingan.


Pemateri dari Itjen, Lindung Sirait, menyoroti pentingnya integritas akademik maupun non-akademik dalam penyelenggaraan Tridharma perguruan tinggi. Ia mengingatkan bahwa UPI perlu memastikan seluruh komponen layanan mencerminkan kesiapan unit untuk dinilai secara nasional.
“Kita ingin UPI menjadi contoh. Itu tidak mungkin terjadi kalau hanya modal semangat tanpa kesiapan riil di lapangan,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa diagnosis kelemahan internal adalah langkah penting sebelum maju ke penilaian berikutnya.
Seluruh narasumber sepakat bahwa pembangunan Zona Integritas di UPI bukanlah proyek jangka pendek. Lebih dari itu, ZI adalah upaya membangun budaya kerja: melayani, akuntabel, dan profesional.
“Tidak hanya mengejar predikat, tetapi memastikan budaya integritas benar-benar melekat. Sistem harus berjalan, dan layanan harus otomatis memudahkan,” tutur Eko Haryanto.

Sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum, UPI didorong tidak hanya memenuhi standar penilaian, tetapi menunjukkan kualitas tata kelola yang layak menjadi rujukan nasional.
Dengan semangat UPI Melesat, kegiatan pendampingan ini menjadi langkah penting dalam memastikan UPI siap berbenah, memperbaiki kualitas layanan, dan bergerak menuju reputasi yang lebih kuat dan bukan karena angka penilaian semata, tetapi karena kualitas dan integritas yang sesungguhnya. (CS)

