
Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia melalui Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda FPBS menyelenggarakan kuliah umum bertema “Makihikeun Profesionalisme Guru Basa Sunda dina Ngarojong Atikan nu Napak tur Natrat Sinambung” pada Kamis, 13 November 2025. Kegiatan yang digelar secara hybrid—luring di Auditorium Lantai 4 FPBS UPI dan daring melalui platform virtual—menjadi ruang strategis dalam membahas arah kebijakan, tantangan, dan penguatan profesionalisme guru bahasa Sunda di era transformasi pendidikan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, serta para pakar dari UPI. Para pemangku kebijakan dan akademisi tersebut memaparkan pandangan komprehensif mengenai masa depan pendidikan bahasa Sunda di sekolah dan madrasah.
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda, Dr. Haris Santosa Nugraha, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa keberlanjutan bahasa daerah sangat ditentukan oleh kapasitas guru dalam mengajarkannya secara bermakna. “Guru bahasa Sunda memegang peran sentral dalam merawat identitas budaya masyarakat. Karena itu, harus dipastikan agar pembelajaran bahasa Sunda tetap diajarkan di sekolah dan memiliki dampak yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dekan FPBS UPI, Wawan Gunawan, M.Ed., Ph.D., memberikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga yang hadir menunjukkan komitmen besar dalam memajukan pendidikan bahasa Sunda. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena menghadirkan berbagai pemangku kebijakan dalam satu forum strategis. Hal ini menegaskan bahwa pendidikan bahasa Sunda adalah tanggung jawab kolektif untuk menjaga keberlanjutan bahasa dan budaya, sekaligus memperkuat relevansinya bagi generasi muda,” ungkapnya.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi penguatan sinergi kebijakan. FPBS UPI dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menandatangani perjanjian kerja sama untuk memperkuat sinkronisasi kurikulum, pengembangan kapasitas guru, dan implementasi program pendidikan bahasa Sunda di satuan pendidikan.
Pada kesempatan yang sama, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat meluncurkan Revisi Capaian Pembelajaran Bahasa Sunda Tahun 2025, yang diperbarui agar selaras dengan prinsip pembelajaran mendalam (deep learning) Kemdikbudristek serta kerangka karakter Gapura Pancawaluya yang menjadi fokus penguatan nilai pendidikan di Jawa Barat. Penyusunan dokumen ini melibatkan akademisi UPI, Perkumpulan Pendidik Bahasa Daerah Indonesia (PPBDI), dan praktisi MGMP Bahasa Sunda sehingga menghasilkan rumusan yang kokoh secara akademik dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah.
Para narasumber dari Kemenag Jabar, Disdik Jabar, dan UPI memaparkan isu strategis yang mencakup kebijakan pembelajaran bahasa Sunda di madrasah dan sekolah, penguatan profesionalisme guru, pembaruan kurikulum, serta penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk peningkatan kualifikasi pendidik. Paparan tersebut memberikan gambaran menyeluruh tentang tantangan dan arah pengembangan pendidikan bahasa Sunda di tengah perubahan sistem pendidikan nasional.
Partisipasi lebih dari 500 peserta menunjukkan tingginya perhatian komunitas akademik dan praktisi pendidikan terhadap keberlanjutan pembelajaran bahasa Sunda. Kehadiran guru, mahasiswa, dosen, pengurus MGMP Bahasa Sunda, PPBDI, serta Ikatan Alumni Pendidikan Bahasa Sunda mempertegas bahwa pengembangan bahasa Sunda merupakan agenda penting yang perlu dijalankan secara kolaboratif dan berkelanjutan.
Dengan terselenggaranya kuliah umum ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda FPBS UPI kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan pendidikan bahasa daerah yang adaptif dan responsif terhadap dinamika kebijakan serta kebutuhan lapangan. Prodi terus memperluas jejaring, memperkuat kontribusi akademik, dan memastikan peningkatan kompetensi guru berlangsung secara sistematis dan berkesinambungan.
Sebagai bagian dari kontribusi Universitas Pendidikan Indonesia terhadap pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan profesionalisme pendidik; SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) melalui pelestarian bahasa dan budaya daerah; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi erat antarlembaga pendidikan, pemerintah, dan komunitas guru dalam memperkuat ekosistem pendidikan bahasa Sunda di Jawa Barat. (DN)

