Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) bersubsidi dengan kuota hingga 1.000 dosis di Gymnasium UPI, Bandung, Kamis (22/10/2026). Kegiatan dalam rangka Dies Natalis ke-72 UPI ini menjadi tindak lanjut program edukasi HPV yang sebelumnya dilaksanakan pada 9 Oktober 2026, sekaligus bagian dari upaya mendukung pencegahan kanker serviks dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di bidang kesehatan.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi UPI, Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd., mengatakan vaksinasi tersebut ditujukan bagi dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, keluarga pegawai, serta masyarakat umum, dengan fokus utama pada perempuan.

“Dalam rangka Dies Natalis ke-72 UPI, salah satu kegiatannya adalah vaksinasi HPV bagi dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, juga masyarakat sekitar UPI. Karena vaksin HPV ini sangat bermanfaat, terutama bagi perempuan,” ujar Tri Indri.

Sebelum vaksinasi dilaksanakan, UPI menyelenggarakan sosialisasi dan edukasi pada 9 Oktober 2026 untuk memberikan pemahaman mengenai infeksi HPV dan pentingnya pencegahan kanker serviks. Dalam kegiatan tersebut, Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., menegaskan bahwa kesehatan berkaitan dengan produktivitas sivitas akademika dan masyarakat sekitar kampus.

“Kalau kita sehat tentu kita akan lebih produktif,” ujar Didi dalam kegiatan edukasi tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa program ini turut membantu meningkatkan capaian SDGs, khususnya bidang kesehatan.

UPI menyediakan vaksin dengan subsidi dari Korpri Pusat sehingga peserta membayar Rp290.000 per dosis. Biaya tersebut lebih rendah dibandingkan harga normal yang disebutkan dalam wawancara, yakni sekitar Rp1,2 juta per dosis.

Menurut Tri Indri, jumlah pendaftar ketika wawancara berlangsung berkisar 300 hingga hampir 400 orang. UPI tetap membuka kesempatan bagi masyarakat umum dan menyiapkan kuota hingga 1.000 dosis untuk program tersebut.

Vaksinasi direncanakan berlangsung dalam tiga dosis. Dosis pertama dilaksanakan pada Oktober 2026, sedangkan dosis kedua dijadwalkan pada Januari 2027 dan dosis ketiga pada April 2027. Peserta perlu mengikuti jadwal lanjutan sesuai ketentuan tenaga kesehatan.

Tri Indri berharap program ini meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kesehatan merupakan investasi penting. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan pada kesempatan mendatang agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap vaksinasi HPV.

Melalui rangkaian edukasi dan vaksinasi, UPI berupaya menghubungkan peningkatan literasi kesehatan dengan langkah pencegahan yang nyata. Upaya tersebut sejalan dengan SDG 3, yaitu kehidupan sehat dan sejahtera, melalui perhatian terhadap kesehatan sivitas akademika dan masyarakat di sekitar kampus. (RK)