
Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan dengan mengirimkan bantuan tahap kedua bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh. Pada tahap lanjutan ini, UPI memfokuskan kegiatan pada pendampingan trauma healing sebagai upaya pemulihan psikologis masyarakat, khususnya para pelajar yang dilaksanakan di Taman Baretti Jl. Dr. Setiabudhi, No. 229 Bandung, Jawa Barat. Kamis (29/01/2026)
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., menjelaskan bahwa sebelumnya UPI telah mengirimkan tim gabungan pada pertengahan Desember lalu yang terdiri atas tenaga medis, tim trauma healing, serta tim dari Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan. Tim tersebut memberikan layanan pengobatan langsung serta pendampingan psikologis bagi masyarakat umum dan siswa di wilayah terdampak
“Pada tahap awal, selain layanan medis, kami juga menyalurkan bantuan yang didukung oleh pembiayaan kementerian serta donasi yang berhasil dihimpun. Memasuki tahap kedua ini, kami melihat bahwa kebutuhan pemulihan psikologis masih sangat besar, sementara penanganannya masih terbatas,” ujar Prof. Agus
Dalam pelaksanaan kegiatan lanjutan ini, UPI bekerja sama dengan Aceh Berdaya, sebuah komunitas relawan pendidikan yang merupakan bagian dari gerakan Indonesia Mengajar. Kolaborasi ini difasilitasi untuk memperkuat pelaksanaan trauma healing, terutama melalui interaksi langsung dengan para siswa di berbagai sekolah
Selain Aceh Berdaya, kegiatan ini juga melibatkan mitra perguruan tinggi setempat, di antaranya Universitas Malikussaleh dan Universitas Jabal Ghafur, sebagai bentuk sinergi lintas institusi dalam upaya pemulihan pascabencana.
Prof. Agus berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan. “Kami berharap pendampingan ini mampu membantu memulihkan kondisi psikologis masyarakat, terutama pelajar, agar mereka dapat kembali belajar dan beraktivitas dengan lebih baik,” pungkasnya
Pada kesempatan yang sama juga Ketua Tim Program Dosen Berkarya (ProDBK) Prof. Dr. Nandang Rusmana, M.Pd. menyampaikan akan melaksanakan program trauma healing bagi masyarakat terdampak kebencanaan di Aceh Utara. Program ini dipimpin oleh
Tim ProDBK yang diterjunkan berjumlah delapan orang, terdiri atas dua dosen serta enam mahasiswa dan alumni yang telah mendapatkan pelatihan khusus. Selama kurang lebih delapan hari, tim akan melaksanakan pendampingan psikososial di sejumlah lokasi sasaran di Aceh Utara.
Dalam pelaksanaannya, Tim ProDBK UPI bekerja sama dengan Indonesia Mengajar Aceh Berdaya yang berperan sebagai mitra pendamping selama kegiatan berlangsung, sekaligus membantu pemetaan lokasi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Program trauma healing ini mengusung pendekatan Adventure Based Counseling, yaitu konseling berbasis petualangan dan permainan. Berbagai permainan (games) dirancang secara sistematis, mulai dari tahap awal, inti, hingga penutup, dengan tujuan menanamkan nilai-nilai positif kepada peserta.
“Setiap permainan dirancang untuk membantu peserta memaknai peristiwa kebencanaan, menerima kenyataan dengan sabar dan tawakal, serta menumbuhkan kembali semangat hidup,” ujar Prof. Nandang. Melalui proses tersebut, peserta diharapkan mampu membangun daya resiliensi, yakni kekuatan psikologis untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan meski menghadapi pengalaman traumatis.
Lebih lanjut, program ini juga diarahkan untuk mendorong terwujudnya post-traumatic growth, yaitu kondisi ketika individu tidak hanya pulih dari trauma, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat dan optimistis dalam menjalani kehidupan secara sehat, tanpa terus dibebani pengalaman traumatis masa lalu.
Melalui kegiatan ini, UPI menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga hadir secara nyata dalam membantu masyarakat bangkit dan melesat ke arah yang lebih baik pascabencana. (Rija/DN)

