
Labuan Bajo, UPI
Program Studi (Prodi) Fisika dan Pendidikan Fisika Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berfokus pada penguatan literasi sains dan pengenalan teknologi energi terbarukan di Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Stella Maris, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai dari 25 hingga 28 September 2025, ini merupakan wujud kontribusi nyata UPI dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sains di wilayah Indonesia Timur. Tim dosen dari UPI membawakan materi pelatihan praktis, khususnya mengenai pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), kepada para guru dan siswa SMKS Stella Maris.
Rombongan UPI disambut hangat oleh pihak sekolah saat tiba di lokasi. Acara PkM resmi dibuka dengan sambutan dari Kepala SMKS Stella Maris, yang menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif UPI. Turut memberikan sambutan adalah Ketua Prodi Pendidikan Fisika UPI, Dr. Ahmad Samsudin, M.Pd., dan Ketua Prodi Fisika UPI, Prof. Endi Suhendi, M.Si.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan intensif bagi guru bertajuk “Pelatihan Instalasi Perangkat Pembangkit Listrik Sel Surya untuk Pompa Air”. Pelatihan ini dipimpin oleh dosen ahli, Dr. Ahmad Aminudin, M.Si. Para guru dibekali pemahaman mendalam tentang prinsip kerja panel surya, komponen sistem PLTS, hingga praktik penerapannya untuk mengoperasikan pompa air.
Di sesi terpisah, para siswa SMKS Stella Maris mengikuti pembelajaran fisika yang dikemas secara interaktif melalui permainan edukatif. Siswa dibagi ke dalam kelas-kelas dengan aktivitas seperti permainan strategi “Quantum Entanglement” yang melatih kemampuan berpikir kritis dan kerja sama tim, serta permainan word search bertema fisika untuk meningkatkan ketelitian dan pengenalan istilah dasar fisika.
Seluruh rangkaian PkM berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta hingga ditutup pada sore hari. Pihak sekolah, baik guru maupun siswa, memberikan respons yang sangat positif terhadap materi pelatihan yang disajikan.
Kepala Sekolah menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat ditindaklanjuti. Dampak yang terlihat adalah guru-guru kini memiliki bekal pengetahuan dasar untuk melakukan instalasi sederhana sistem PLTS, sementara minat siswa terhadap pelajaran fisika meningkat melalui metode permainan yang menyenangkan.
Kegiatan PkM ini tidak hanya berhenti sebagai pelatihan satu kali, tetapi juga membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara UPI dan SMKS Stella Maris. Rencana ke depan mencakup pendampingan lanjutan dalam pengembangan media pembelajaran dan praktikum energi terbarukan.

Untuk memperluas dampak, disarankan agar program serupa dikembangkan menjadi program pendampingan yang terstruktur dan melibatkan mahasiswa UPI. Selain itu, perlu dirancang modul digital yang dapat diakses oleh sekolah-sekolah lain di NTT.
Inisiatif PkM ini selaras dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4 tentang pendidikan berkualitas dan nomor 7 tentang energi bersih dan terjangkau, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi komunitas Labuan Bajo. (DN)

