
Subang, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperkuat posisinya sebagai “Kampus Berdampak” melalui peluncuran program Desa Eduwisata dan Rafting Keluarga di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Minggu (3/5/2026).
Langkah ini merupakan implementasi nyata dari Tridharma Perguruan Tinggi melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Desa Binaan UPI Tahun 2026. Proyek strategis ini mengacu pada Keputusan Rektor UPI Nomor 3091/UN40/AM.02.00/2025.
Pengembangan potensi wisata ini dikawal oleh kolaborasi dua kelompok PkM yang dipimpin oleh Dr. Asep Mahpudz, M.Si. dan Prof. Dr. Elly Malihah Setiadi, M.Si. Fokus pendampingan meliputi aspek edukasi lingkungan, ekonomi kreatif, serta pelestarian budaya lokal sebagai fondasi utama eduwisata.
Ketua Tim PkM Kelompok 1, Dr. Asep Mahpudz, menjelaskan bahwa program ini dirancang berkelanjutan hingga lima tahun ke depan.
“Sejak 2024 kami telah menginisiasi beberapa program unggulan, mulai dari Desa Wisata, pipanisasi, hingga pengolahan sampah. Seluruh kegiatan ini berbasis inovasi warga dan didukung penuh oleh SK Rektor,” jelasnya.
Untuk mendukung operasional wisata, UPI menyerahkan bantuan sarana berupa 4 perahu rafting, 24 helm, dan 24 pelampung. Selain itu, tenaga profesional dari Pangalengan akan didatangkan untuk melatih pemuda Karang Taruna agar menjadi pemandu (guide) yang kompeten.
Program eduwisata ini dirancang untuk menjawab tantangan global melalui beberapa poin utama SDGs seperti: 1) SDG 8 dengan melalui penguatan BUMDes Betah Mandiri sehingga membuka peluang ekonomi baru dan pemberdayaan masyarakat lokal; 2) SDG 11 dengan mewujudkan Desa Tanjungwangi sebagai pemukiman yang tangguh dan mandiri melalui model desa binaan; 3) SDG 6 dan SDG 15 dengan Pelestarian Sungai Cileuleuy Udik sebagai ikon rafting keluarga sekaligus pusat edukasi lingkungan untuk menjaga ekosistem daratan dan perairan tetap berkelanjutan.
Prof. Dr. Elly Malihah Setiadi menambahkan bahwa aspek keamanan dan fungsi laboratorium menjadi prioritas. “Wilayah ini diarahkan menjadi laboratory-based tourism, khususnya bagi program studi kepariwisataan di UPI,” tuturnya.
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., menegaskan bahwa aktivitas kampus harus berorientasi pada dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Hal senada diungkapkan oleh Camat Cijambe, H. Nana Suyatna, S.Pd., M.Si.
“Terima kasih kepada UPI yang telah mencurahkan ilmunya untuk mengembangkan kompetensi warga Tanjungwangi. Semoga ini meningkatkan kesejahteraan masyarakat kami,” ujar Nana.
Kepala Desa Tanjungwangi, Budi Santoso, SE, menjamin keamanan lokasi wisata tersebut. Berdasarkan penelitian teknis, Sungai Cileuleuy Udik aman dari limbah industri karena tidak ada aktivitas pabrik di bagian hulu. Saat ini, pihak desa tengah berkoordinasi dengan BBWS terkait izin pemanfaatan sungai demi pemberdayaan masyarakat.
Acara peluncuran dimeriahkan oleh tari kreasi anak-anak desa hasil binaan mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) UPI. Peresmian ditandai dengan pemukulan gong oleh jajaran pimpinan universitas dan perangkat desa, disusul dengan simulasi rafting keluarga di aliran Sungai Cileuleuy Udik.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh pimpinan universitas, termasuk Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Prof. Dr. Hj. Ida Hamidah, M.Si., serta jajaran pimpinan divisi terkait, seperti Dr. Sandey Tantra Paramitha, M.Pd., dan Pipin Firdaus, M.Kom. Penguatan aspek publikasi juga didukung penuh oleh jajaran pimpinan Kantor Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Publik (KKIPP) UPI , Vidi Sukmayadi, Ph.D., serta Kepala Seksi Komunikasi dan Media Dr. Angga Hadiapurwa, M.I.Kom., dan tim liputan. (Angga)

