
Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan QS Ranking UPI yang digelar pada Jumat, 4 Juli 2025 di Auditorium FPMIPA Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. FGD kali ini menghadirkan Ketua Tim World Class University (WCU) Kemdiktisaintek Prof. Ir. Hermawan Kresno Dipojono, M.S.EE, Ph.D.
Dalam paparannya Prof. Hermawan mengatakan pentingnya kepemimpinan yang konsisten dan berorientasi pada mutu untuk menjamin keberhasilan transformasi jangka panjang pendidikan tinggi.
Tantangan utama bagi perguruan tinggi yaitu, akses, relevansi, dan mutu. Transformasi menuju universitas berkelas dunia harus bertumpu pada peningkatan kualitas dan reputasi dalam skala global. reputasi akademik tidak dapat dibangun secara instan, melainkan melalui riset yang berkualitas, konsisten, dan menjadi rujukan dunia. reputasi akademik dalam skala global sangat bergantung pada kekuatan riset yang dimiliki oleh para dosen dan universitas, sehingga inilah yang menjadi pondasi utama bagi universitas.
Ia mengajak kepada para dosen di UPI untuk senantiasa meningkatkan kualitas publikasinya sehingga apabila ini tercapai nantinya secara otomatis akan berdampak pula pada pemeringkatan universitas baik di level nasional maupun internasional.

Sementara itu, Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A. mengatakan bahwa UPI masih ada di ranking yang kurang baik, jadi kita belajar dari beliau supaya kita bisa meningkatkan ranking kita ke yang lebih baik.
“UPI kan ditarget oleh pemerintah supaya ada di ranking ke 800 pada tahun 2025. Salah satunya kita, strateginya kita belajar dari beliau, karena beliau ini akan ketua WCU pusat di Kementerian, nanti setelah belajar dari beliau, kita terapkan dan mudah -mudahan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan”, tegas Rektor UPI.
Kedepan UPI juga akan melakukan kegiatan -kegiatan yang mendukung terhadap capaian ranking WCU, seperti dengan Student Mobility, Faculty Mobility. Kemudian juga riset yang bisa dihilirisasi, riset pada jurnal -jurnal bereputasi internasional.
“Saat ini kan kita masih tahap belajar, kemudian nanti kita akan mengubah sistem IBK supaya fokus ke riset. Kita akan dorong para dosen supaya berubah, melakukan transformasi dari fokus teaching menjadi fokus ke riset. Harapannya semua dosen bisa memahami hal ini, kemudian bisa bersatu padu, karena kalau dilakukan bersama, Insya Allah kita akan berhasil”, ungkap Rektor UPI. (DN)


