
Bandung, UPI
Direktur Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Prof. Dr. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T. secara resmi menyerahkan tiga Gedung kepada Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Didi Sukyadi, M.A, Rabu (2/7) di ruang pertemuan Gedung CoE Kampus UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Ketiga Gedung yang diserahkan Kemdiktisaintek itu diantaranya gedung Fakultas Pendidikan Teknik dan Informasi (FPTI), gedung Center of Excellence (CoE) dan gedung Pusat Pendidikan Profesi Guru (PPPG).
Menurut Manajer Project Implementation Unit (PIU) Asian Development Bank (ADB), Prof. Dr. Aim Abdulkarim, M.Pd mengatakan penyerahan ketiga gedung yang berstatus barang milik negara ini sekarang telah menjadi barang milik UPI sepenuhnya, ketiga Gedung tersebut merupakan bagian dari proyek aksi ADB, khusus yang baru diserahkan, itu paket civil work yang tahap pertama. Nah, yang tahap pertama itu ada tiga gedung. Yang pertama adalah gedung Center of Excellence (CoE), kemudian yang kedua gedung FPTI dan gedung PPG. Sedangkan untuk empat gedung yaitu Gedung FPSD, FPEB, Pascasarjana dan Convention Center masih menunggu hasil pendataan dan verifikasi oleh pihak Kemdiktisaintek.
“Ketiga gedung itu secara resmi sudah diserahkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi dan Saintek kepada Universitas Pendidikan Indonesia. Nah, perlu diketahui, bahwa yang termasuk gedung yang diserahkan itu, yang diserahkan itu, yaitu tahap awal”, tegas Prof. Aim.
Dijelaskan Prof. Aim, pembangunan gedung tahap awal itu, itu kontraknya mulai 5 Oktober tahun 2020 dibangun. Kemudian selesai tanggal 31 Mei 2022, kemudian ada masa pemeliharaan satu tahun, yaitu sampai tanggal 31 Mei 2023. Nah, dari 2023, malah dari 2022, bulan Mei, UPI sudah memanfaatkan gedung itu.
“Berarti gedung itu sudah hampir tiga tahun dimanfaatkan oleh UPI. Nah, atas izin dari Kementerian Pendidikan Tinggi dan Saintek. Namun demikian secara resmi belum ada serah terima. Baru kemarin, yaitu hari Rabu, tanggal 2 Juli 2025, itu diserahkan dan diterima oleh Rektor UPI”, ungkap Prof. Aim.
Dengan diserahkan serahkannya secara resmi berarti UPI memiliki hak dan kewenangan penuh untuk menggunakan dan memanfaatkan gedung itu, sekaligus juga sebagai kewajibannya untuk memelihara dan menjaga agar gedung itu terpelihara sebaik -baiknya.

Kemudian untuk kedepannya, itu sedang persiapan, persiapan pendataan, karena bagaimanapun sebelum ada penyerahan ke UPI, terlebih dahulu dari Kementerian Pendidikan tinggi dan Saintek itu, melakukan verifikasi, melakukan identifikasi, melakukan pendalaman dan penelaahan, secara terus -menerus terhadap apa saja yang ada di gedung itu, apakah gedung kelas, gedung pertemuan, gedung workshop, gedung laboratorium dan sebagainya Itu ditelaah item demi per item dan itu memerlukan waktu yang amat lama karena sangat detail.
“Setelah itu secara definitif mungkin akan diserahkan ke rektor UPI khusus yang CWP atau yang tahap dua dan mudah -mudahan tidak lama lagi kita secara resmi akan menerima Gedung beserta fasilitas-fasilitasnya berupa peralatan laboratorium dan furniture, Ada pun perlu kami sampaikan bahwa total dana keseluruhan untuk UPI dari loan ADB itu yaitu sekitar 50 juta USD atau 784.266.958.301 yang dibagi menjadi delapan pekerjaan diantaranya Konstruksi, Peralatan, Furniture, ICT/ITP, Softprogram, Konsultan, Operasional”, tambah Prof. Aim Abdukarim.
Sementara itu, dengan selesainya pekerjaan ini, Prof. Aim berharap penggunaan gedung ini sesuai dengan visi dari Naskah Akademi Untuk Proyek ADB yaitu Pengembangan UPI Dalam bidang Pendidikan Teknik Dan Pendidikan Guru Vokasi.
Melalui selesainya proyek ini rencana pengembangan-pengembangan diharapkan sesuai dengan Naskah Akademik dan betul-betul menjadi excellent. Oleh karena itulah, sengaja kita membangun Gedung Center of Excellence (CoE) khusus di bidang Pendidikan Teknik Dan Pendidikan Guru Vokasi itu kita harapkan menjadi center of excellence Nah karena Guru Terium juga Sangat lengkap Kita harap Malah menjadi Model secara Nasional dan juga Internasional. (DN)

