
Tanggerang, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) hadir sebagai peserta pameran dalam Global Sustainable Development Congress yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, pada 22–25 Juni 2026. Ajang internasional yang digelar oleh Times Higher Education (THE) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional. Event ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk mempertemukan dunia riset, industri, pemerintah, dan perguruan tinggi guna mempercepat transformasi yang berkelanjutan.
Delegasi UPI dipimpin oleh Prof. Eri Kurniawan, Ph.D., Intan Pratidina Dewi dari Direktorat Kemitraan dan Urusan Internasional, serta Andri Yunardi dari Direktorat Inovasi Hilirisasi dan Science Techno Park. Turut hadir pula perwakilan mahasiswa dan alumni Prodi Pendidikan Teknik Otomotif, yakni Andika Naufal dan Muhammad Zidan sebagai product exhibitor. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Program EQUITY-LPDP dalam mempromosikan universitas di kancah global.
Pada kegiatan yang dihadiri lebih dari 5.500 peserta dari lebih dari 120 negara, UPI memamerkan hasil inovasi unggulan berupa motor sport berbasis hidrogen, Jawara-EV, karya mahasiswa dan dosen Prodi Pendidikan Teknik Otomotif. Motor ini dinilai ramah lingkungan karena menghasilkan emisi nol atau hanya menyisakan uap air. Bahkan, efisiensinya luar biasa: 1,2 liter hidrogen mampu menempuh jarak hingga 214 Km.
Tak hanya itu, UPI juga memperkenalkan produk pangan berbasis ubi jalar. Ubi jenis ini dapat diolah menjadi berbagai produk turunan, mulai dari tepung gluten-free yang tengah menjadi komoditas high-demand dan berpeluang diekspor, hingga kue dan serbuk minuman. Menariknya, bukan hanya umbinya yang bermanfaat, tetapi juga daun, kulit, hingga akar ubi jalar dapat dimanfaatkan, sehingga menjadikannya sumber pangan yang berkelanjutan sekaligus bernilai ekonomi tinggi.

Dalam keterangannya, Prof. Eri menegaskan bahwa keikutsertaan UPI pada kongres ini merupakan ikhtiar universitas untuk mendukung perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan.
“Kami ingin memperlihatkan kepada dunia bahwa UPI mampu berkontribusi melalui inovasi nyata, sekaligus memperkuat jejaring internasional dan kolaborasi lintas kampus,” ujarnya.
Tentunya, kegiatan ini sejalan dengan komitmen universitas terhadap SDGs poin 2 (Mengurangi Kelaparan) dan SDGs poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Kabar baiknya, pencapaian ini juga sejalan dengan peningkatan posisi UPI dalam THE Sustainable Impact Rankings, di mana UPI kini berada pada peringkat 601–800, setelah sebelumnya belum masuk daftar (unranked). Hal ini menjadi bukti bahwa langkah-langkah inovatif dan komitmen nyata UPI dalam mendukung pembangunan berkelanjutan mulai diakui secara global. (VS)

