Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima kunjungan kerja dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dalam agenda studi banding pengelolaan aset dan sumber daya universitas pada Senin (25/5) di Ruang Rapat Biro Aset dan Lingkungan UPI, Jalan Dr. Setiabudi Nomor 229 Bandung. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penguatan kerja sama internasional antarperguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara sekaligus mendukung pengembangan kampus yang berkelanjutan dan adaptif.

Rombongan USIM yang terdiri atas empat perwakilan diterima oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi UPI, Prof. Tri Indri Hardini, Kepala Biro Sarana dan Prasarana UPI Antonius Kalikawe, Kepala Bagian Logistik, Inventarisasi, dan Kendaraan H. Aji Ahmad Fauzi, beserta jajaran staf Biro Aset dan Lingkungan UPI. Agenda studi banding dijadwalkan berlangsung selama lima hari dengan fokus pembahasan pada pengelolaan sarana prasarana gedung, kelistrikan, taman dan lanskap, pengelolaan air, serta pengelolaan sampah di lingkungan kampus.

Dalam sambutannya, Prof. Tri Indri Hardini., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua universitas untuk saling berbagi praktik baik dalam pengelolaan sumber daya kampus. Menurutnya, perguruan tinggi perlu terus terbuka terhadap pembelajaran dan pengembangan sistem yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“Kita sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia tentu tidak boleh merasa sudah baik. Saat ada tamu hadir, kita harus bisa berdiskusi dan melihat praktik baik apa yang bisa kita tiru maupun yang bisa kita bagikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa UPI saat ini telah mengembangkan sistem pengelolaan sarana dan prasarana berbasis digital melalui SIMSARPRAS. Sistem tersebut memungkinkan pemantauan kondisi fasilitas akademik dan nonakademik secara lebih efektif, termasuk pengelolaan penggunaan listrik yang lebih efisien serta dukungan fasilitas ramah disabilitas. Langkah ini juga sejalan dengan upaya UPI dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pengelolaan sumber daya kampus yang lebih bertanggung jawab.

Prof. Tri Indri Hardini menambahkan bahwa kerja sama internasional seperti ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, baik dalam pertukaran teknologi, pengembangan sistem, maupun penguatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi.

Sementara itu, Kepala Biro Sarana dan Lingkungan UPI, Antonius Kalikawe, menyambut positif pelaksanaan studi banding tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang pertukaran pengalaman dan pengetahuan antara UPI dan USIM dalam pengembangan fasilitas kampus di kawasan ASEAN.

“Mungkin mereka ada yang lebih atau kita ada yang lebih, jadi bagaimana Malaysia dan Indonesia bisa sama-sama maju bersama,” katanya.

Perwakilan USIM, Encik Muhammad Izzat Qamarul bin Badrulsham, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan UPI selama agenda studi banding berlangsung.

“Semoga ini menjadi awal mula kerja sama yang lebih besar ke depannya antara dua universitas dan kita bisa bertukar ilmu dalam hal pengelolaan sumber daya dan aset,” ungkapnya.

Melalui kunjungan kerja ini, UPI berharap hubungan kerja sama internasional dengan USIM dapat terus berkembang, khususnya dalam penguatan tata kelola kampus, pengembangan teknologi pengelolaan fasilitas, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan tinggi. Kolaborasi ini juga mencerminkan komitmen kedua institusi dalam mendukung kemitraan global, inovasi pendidikan, dan pengelolaan lingkungan kampus yang berkelanjutan. (RK)