
Bogor, UPI
Lebih dari 150 guru Bahasa Sunda se-Bogor Raya dan Depok mengikuti pelatihan pemantapan kompetensi merancang penilaian (asesmen) pembelajaran di Gedung DPRD Kota Bogor, Kamis (13/8/2026). Program yang diinisiasi oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda FPBS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini dirancang untuk mengubah paradigma pendidik dalam mengukur kemampuan siswa dari sekadar angka menjadi evaluasi mendalam.
Pelatihan bertajuk Pendampingan Asesmen Diagnostik, Formatif, dan Sumatif Berbasis Deep Learning ini berfokus pada penguatan kapasitas guru dalam memotret kesiapan, proses perkembangan, hingga pencapaian belajar siswa secara utuh dan kontekstual.
Ketua Tim Pengabdian UPI, Prof. Dr. Usep Kuswari, M.Pd., menjelaskan bahwa peningkatan kompetensi ini krusial agar guru mampu mengintegrasikan tiga tahap evaluasi secara berkelanjutan.
“Asesmen diagnostik mengenali kondisi awal siswa, formatif memantau perkembangan proses, dan sumatif mengukur ketercapaian akhir. Ketiganya merupakan satu rangkaian utuh yang harus dikuasai pendidik,” ujar Prof. Usep.
Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Sunda FPBS UPI, Dr. Haris Santosa Nugraha, M.Pd., menambahkan bahwa profesionalisme guru dalam menyusun asesmen menentukan kualitas interaksi di kelas. Menurutnya, pemahaman mendalam guru terhadap kebutuhan siswa adalah kunci pembelajaran yang bermakna.
“Guru tidak hanya perlu mengetahui nilai akhir, tetapi juga memahami apa yang sudah dikuasai siswa, kesulitan yang dialami, dan langkah perbaikan yang tepat,” tegasnya.

Untuk memantapkan keterampilan peserta, materi pelatihan mencakup berbagai ranah kompetensi abad ke-2, diantaranya Perancangan Deep Learning, Strategi menyusun evaluasi yang memicu pemikiran kritis siswa. Integrasi Kearifan Lokal, Pendekatan asesmen berbasis budaya lokal Sunda oleh Dr. Ruhaliah, M.Hum. serta Digitalisasi Asesmen, Pemanfaatan teknologi dalam pengolahan data evaluasi oleh Dr. Zulfikar Alamsyah, M.Pd.
Dukungan terhadap peningkatan kapasitas pengajar ini turut disampaikan perwakilan Dinas Pendidikan Kota Bogor, Asep Faizal Rahman, S.Sos. Ia berharap keterampilannya dapat langsung diterapkan di ruang kelas.
Sementara itu, Ketua MGMP Bahasa Sunda, Kresna Pragita Sujiwa, S.Pd., mengapresiasi langkah UPI dalam mendampingi para pendidik di daerah. Menurutnya, pelatihan praktis ini memberikan pembekalan nyata bagi pengajar untuk beradaptasi dengan perkembangan kurikulum.
Melalui sinergi perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan komunitas guru ini, peningkatan kualitas pendidik diharapkan berdampak langsung pada kelestarian bahasa daerah serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas. (Febri dan Haidar)

