Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi menutup rangkaian program pelatihan “SMK Go Global” bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Kegiatan penutupan yang menandai langkah awal para peserta ke panggung dunia ini berlangsung di Auditorium Lantai 7 Gedung Pascasarjana UPI, Kamis (5/11/2026).

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi UPI, Prof. Tri Indri Hardini, M.Pd., menegaskan bahwa program ini merupakan jawaban konkret atas mandat nasional dalam memperkuat pendidikan vokasi demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, selama ini lulusan SMK kerap dipandang sebelah mata dan hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja lokal. Melalui program SMK Go Global, paradigma tersebut diubah secara mendasar agar para lulusan siap menembus pasar internasional.

“Pemerintah telah memberikan arahan yang sangat jelas bahwa pembangunan manusia, penguatan sains, teknologi, dan revitalisasi pendidikan vokasi adalah kunci utama menuju Indonesia Emas 2045. Di tangan para peserta inilah masa depan Indonesia berada,” ujar Prof. Tri Indri.

Dalam program Batch 1 ini, para peserta dibekali dengan berbagai keterampilan penunjang kerja luar negeri, mulai dari penguasaan bahasa asing (Jepang, Korea, dan Inggris) hingga pelatihan khusus di bidang pariwisata dan perhotelan. Pelatihan ini dirancang terintegrasi antara teori, keterampilan teknis, penguasaan bahasa, dan sertifikasi kompetensi guna menghasilkan tenaga kerja yang profesional, terampil, bersertifikat, serta bermartabat.

Pelaksanaan program ini juga diperkuat melalui sinergi strategis antara UPI dan BP3MI (Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) Jawa Barat lewat fasilitas Migrant Center dan Vokasi Garuda. Kolaborasi ini memastikan para peserta mendapatkan pendampingan menyeluruh, mulai dari persiapan pelatihan, informasi lowongan kerja, hingga penempatan di luar negeri yang aman, legal, dan terlindungi sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017.

“Jadikan pelatihan ini sebagai kawah candradimuka, bukan cuma fisik, tetapi juga mental, keahlian, and karakter. Dunia di luar sana sangat luas dan penuh peluang bagi mereka yang disiplin dan berkemauan keras,” pungkasnya.

Kepada para peserta, Prof. Tri Indri berpesan agar senantiasa menjaga kedisiplinan, kejujuran, etika, serta nama baik almamater dan bangsa Indonesia selama bekerja di luar negeri. Ia juga berharap para peserta kelak dapat kembali ke tanah air untuk membangun negeri dengan pengalaman dan keahlian global yang telah diperoleh.

Program pelatihan SMK Go Global Tahun 2026 Bagi CPMI ini diikuti oleh 120 peserta yang terbagi ke dalam tiga bidang keahlian, yakni housekeeping plus bahasa Inggris, bahasa Korea, serta bahasa Jepang. Seluruh peserta diwajibkan mengantongi sertifikasi kompetensi sesuai dengan bidangnya masing-masing. (DN)