
Bandung, UPI
Pelaksanaan Wisuda Gelombang IV Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Tahun 2026 hingga hari kedua, Rabu (14/10/2026), berlangsung aman dan tertib. Pengendalian mobilitas kendaraan, koordinasi keamanan, serta evaluasi pelaksanaan hari pertama menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran kegiatan yang masih akan berlangsung sampai tanggal 16 Oktober 2026 mendatang di kampus UPI, Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229, Bandung.
Pada hari kedua, sebanyak 1.867 wisudawan mengikuti prosesi Wisuda Gelombang IV UPI Tahun 2026. Mereka terdiri atas 815 wisudawan dari Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), 379 wisudawan dari UPI Kampus Cibiru, 334 wisudawan dari UPI Kampus Sumedang, dan 339 wisudawan dari UPI Kampus Tasikmalaya. Dengan demikian, hingga hari kedua, sebanyak 3.852 wisudawan telah mengikuti prosesi dari total 7.218 wisudawan yang akan mengikuti prosesi wisuda hingga Jumat (16/10/2026)
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi UPI, Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd., mengatakan situasi keamanan, ketertiban, dan kebersihan hingga hari kedua masih terkendali, terutama terkait mobilitas kendaraan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena wisudawan dari kampus daerah datang bersama keluarga.
“Untuk situasi keamanan, ketertiban, dan kebersihan sampai hari kedua pelaksanaan Wisuda Gelombang IV tahun 2026 ini alhamdulillah cukup terkendali, terutama mobilitas kendaraan,” ujar Tri Indri dalam wawancara mengenai pelaksanaan wisuda.
Ia menjelaskan, salah satu perubahan dalam pelaksanaan wisuda saat ini adalah penggunaan ijazah elektronik. Mekanisme tersebut membuat proses lebih cepat karena tidak ada penyerahan ijazah secara langsung dalam prosesi. Pengaturan akses dan ketertiban di sekitar lokasi juga menjadi perhatian panitia.
Kepala Biro Aset dan Lingkungan UPI, Antonius Kelikawe, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kondisi keamanan dan lalu lintas pada hari kedua berlangsung cukup aman, lancar, dan tertib. Ia mengatakan evaluasi setelah hari pertama langsung dilakukan sebagai bahan perbaikan untuk pelaksanaan hari-hari berikutnya.
“Alhamdulillah untuk hari kedua situasi berjalan cukup aman, lancar, dan tertib, untuk lalu lintasnya, juga untuk keamanan yang lain,” kata Antonius.
Menurutnya, koordinasi dengan kepolisian, mulai dari tingkat sektor hingga Polrestabes, dilakukan untuk membantu mengatur arus kendaraan dan mengantisipasi kepadatan setelah kegiatan selesai. Ia juga menyebut area kampus pada sore hari telah lebih cepat kembali lengang dibandingkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya.
Selain keamanan dan lalu lintas, pengelolaan sampah menjadi perhatian selama kegiatan berlangsung. Menurut Anton, tim kebersihan dari seksi Keamanan, Ketertiban, dan Penataan Lingkungan (K2PL) menyiapkan pengangkutan sampah secara berkala, termasuk membawa sampah ke fasilitas pengolahan untuk dipilah. Panitia juga mengharapkan kesadaran wisudawan dan keluarga agar membuang sampah pada tempatnya.
Dengan evaluasi berkelanjutan dan koordinasi antarunit, UPI berupaya menjaga kelancaran pelaksanaan wisuda hingga hari terakhir. Partisipasi wisudawan dan keluarga dalam menjaga ketertiban serta kebersihan diharapkan turut mendukung kenyamanan seluruh prosesi selama prosesi wisuda kali ini. (RK/RI/DN)

