Bali, 21 Juni 2025

Tiga film dokumenter karya mahasiswa Program Studi Film dan Televisi, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) angkatan 2023 berhasil memborong penghargaan dalam ajang nasional Youth Sineas Award 2025 yang digelar di Bali 21 Juni 2025. Dalam kompetisi yang diikuti 209 film dokumenter dari seluruh Indonesia, UPI tampil mendominasi dengan menyapu hampir seluruh kategori utama.

Tiga film dokumenter UPI yang meraih penghargaan tersebut adalah:

1. Hak Tak Berpihak

Penghargaan:

  • Film Dokumenter Terbaik
  • Ide Film Terbaik
  • Editing Terbaik

2. Kabar dari Angin Selatan

Penghargaan:

  • Sinematografi Terbaik
  • Tata Suara Terbaik

3. The Left Behind

Penghargaan:

  • Penyutradaraan Terbaik
  • Poster Terbaik

Capaian ini merupakan bukti nyata dari kerja keras dan konsistensi para mahasiswa dalam menempuh proses kreatif dan akademik di Studio Film, yang dikenal sebagai salah satu mata kuliah unggulan dengan standar karya tinggi. Dibimbing oleh para dosen pengampu berpengalaman, mahasiswa diarahkan untuk tidak hanya mampu memproduksi karya teknis, tetapi juga memahami nilai-nilai sosial, kemanusiaan, dan kebudayaan di balik setiap cerita.

“Film mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk dinilai di dalam kampus, tetapi juga untuk menghadapi dunia nyata dan membawa dampak di masyarakat,” ungkap Dedi Warsana salah satu dosen pengampu Studio Film. Sebagai kampus yang berkomitmen pada pengembangan pendidikan berbasis keberlanjutan, UPI mendorong hasil mata kuliah untuk menjadi bagian dari pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Ketiga film dokumenter ini secara tematik menyentuh isu-isu penting seperti: Keadilan sosial dan HAM (Hak Tak Berpihak), Lingkungan dan kearifan lokal (Kabar dari Angin Selatan), Ketimpangan pembangunan dan hak anak (The Left Behind). Melalui pendekatan seni gambar bergerak, mahasiswa tidak hanya belajar memproduksi film, tetapi juga diajak untuk berpikir kritis, empatik, dan solutif terhadap tantangan dunia masa kini.

Kemenangan ini menandai posisi UPI sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya menanamkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun etos kerja kreatif dan kesadaran sosial pada generasi sineas muda. Keberhasilan mereka di ajang nasional seperti Youth Sineas Award adalah buah dari pendidikan berbasis praktik, narasi yang kuat, dan kepekaan terhadap realitas sosial. Ajang ini menjadi bukti bahwa film dokumenter tidak sekadar tontonan, tapi juga menjadi alat perubahan — dan mahasiswa UPI telah menunjukkan bahwa mereka siap menjadi bagian dari perubahan itu. (IVANNA APTA AZIBAH)