
Sumedang, 19 Juli 2025
Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia (FIP UPI) kembali menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai bentuk komitmen akademik terhadap penguatan peran pendidikan nonformal di masyarakat. Kegiatan yang mengusung tema “Pelatihan Tutor Kesetaraan Berjenjang Berbasis Kompetensi dalam Mendukung Layanan dan Peningkatan Mutu Program Pendidikan Kesetaraan” ini dilaksanakan di PKBM Al Insan, Desa Cikeusi, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Pelatihan dilaksanakan pada Sabtu, 19 Juli 2025, dan diikuti oleh para tutor pendidikan kesetaraan dari wilayah Sumedang Timur. Para peserta merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C, yang selama ini berperan aktif dalam menciptakan layanan pendidikan alternatif bagi masyarakat.
Tim pengabdian diketuai oleh Dr. Cucu Sukmana, M.Pd., dengan anggota tim yang terdiri dari Prof. Dr. Oong Komar, M.Pd., Prof. Dr. Mustofa Kamil, M.Pd., Sodikin, M.Ed., Ph.D., Dr. Eko Sulistiono, M.Pd., dan M. Hadi Ali Mutamam, M.Pd. Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa dari Prodi Pendidikan Masyarakat UPI, yakni Ikhsan Amirulloh Asya’bani, Regisha Riady Putri, Syifa Nurul Hasanah, dan Nurul Haifa, yang berperan dalam dokumentasi, moderasi, serta pendampingan peserta pelatihan.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Tim PkM, Dr. Cucu Sukmana, M.Pd., yang menekankan pentingnya peran strategis tutor dalam mengawal kualitas layanan pendidikan kesetaraan. “Arah dan capaian pembelajaran warga belajar sangat bergantung pada kapasitas dan kompetensi seorang tutor dalam mentransformasikan proses belajar secara bermakna,” ungkapnya dalam sambutan.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Bapak Ujang Supriatna, S.Sn., M.M., selaku Kasi Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang. Dalam pernyataannya, beliau menggarisbawahi pentingnya dimensi personal dan profesional seorang tutor, yang tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator dalam membangun kesadaran belajar warga belajar.
Pelatihan dirancang secara tematik dan partisipatif, mencakup penguatan kompetensi pribadi tutor, pengenalan proyek pembelajaran, hingga penyusunan dan presentasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis kompetensi. Seluruh sesi dilaksanakan dengan pendekatan reflektif, memberi ruang bagi peserta untuk berdiskusi, berbagi praktik baik, serta menyusun rencana tindak lanjut sesuai konteks masing-masing PKBM.
Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah diskusi terbuka yang dipandu oleh Regisha Riady Putri sebagai moderator. Dalam sesi ini, peserta mengajukan berbagai pertanyaan kritis, salah satunya terkait pembentukan pola pikir tutor agar mampu menjalankan peran secara optimal. Menanggapi hal tersebut, narasumber menegaskan bahwa PKBM merupakan ruang belajar berbasis komunitas yang menuntut kepekaan sosial dan pendekatan mindful learning dalam fasilitasi proses belajar.

Isu lain yang turut mencuat dalam diskusi adalah tantangan dalam membangun ekosistem belajar yang berdampak nyata, serta implementasi regulasi seperti Permendikbud No. 13 Tahun 2025 dalam praktik pembelajaran di lapangan.
Kegiatan PkM ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem pelatihan tutor yang berkelanjutan, reflektif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui sinergi antara akademisi, praktisi, dan komunitas lokal, Prodi Pendidikan Masyarakat FIP UPI berkomitmen untuk terus memperkuat peran pendidikan nonformal sebagai pilar utama dalam pemberdayaan masyarakat dan pencapaian tujuan pembangunan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. (Kontributor FIP | CS)

