Bandung, UPI

Museum Pendidikan Nasional UPI mendukung pendidikan inklusif melalui kerja sama strategis dengan komunitas difabel lulusan dari Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel Dinas Sosial Jawa Barat. Kerja sama tersebut berupa pemasaran produk karya komunitas difabel, berupa cindera mata dengan ciri khas bermotifkan seni batik. Pertemuan komunitas difabel tersebut didampingi pihak Dinas Sosial Jawa Barat di ruang Serbaguna yang dilaksanakan pada Senin (14/7/2025).

Program ini sejalan dengan semangat Sustainability Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), tujuan 10 (mengurangi ketimpangan), dan tujuan 11 (kota dan komunitas berkelanjutan).

Penjajagan kerja sama ini difasilitasi Dr. Farid Abdullah, M.Sn. dosen FPSD (Fakultas Pendidikan Seni dan Desain) UPI, yang diterima Ririn Vina Yunigar selaku pengelola souvenir dan gifts Museum Diknas UPI. Karya yang ditampilkan berupa produk seperti ID card, Mug, dan Tumblr yang bermotif batik hasil karaya komunitas difabel.

Batik hasil karya dari komunitas difabel ini pernah dipamerkan saat kedatangan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon ke Museum Diknas UPI pada 14 Desember 2024. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon berkenan membubuhi tanda tangan pada karya tersebut. Acara tersebut disaksikan Wakil Rektor Bidang Inovasi, Kebudayaan, dan Sistem Informasi, Dekan Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Dekan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial yang kini menjadi Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan, Prof. Dr. Agus Mulyana, M.Hum.

Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. menegaskan bahwa kerjasama ini merupakan komitmen Museum Diknas UPI dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan transformatif.

Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel Dinas Sosial Jawa Barat menyampaikan bahwa keberadaan museum sebagai mitra sangat berarti dalam membuka akses dan memperluas jangkauan karya mereka. Sebagai bentuk dukungan terhadap teman-teman disabilitas, kita bisa untuk membantu menumbuhkan rasa percaya diri dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi serta penghidupan mereka.

Kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk mendorong akses pendidikan yang merata dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat sejalan dengan prinsip utama SDGs adalah ”Leave No One One Behind” sekaligus memperkuat posisi UPI sebagai pelopor pendidikan yang inklusif, inovatif dan berpihak pada keberagaman. (Fadilla Febrianty)