
Bandung, UPI
Adanya temuan di lapangan yang mengatakan bahwa beberapa dosen khususnya dosen muda yang berperan sebagai dosen Pembimbing Akademik (PA) belum sepenuhnya mengetahui konten pembimbingan akademik untuk pembinaan mahasiswa. Selain itu, dosen PA membutuhkan tahapan secara terstruktur terkait pelaksanaan bimbingan akademik yang dapat digunakan dalam melakukan pembinaan terhadap mahasiswa. Sementara itu, ada juga dosen PA yang belum sepenuhnya memiliki kompetensi yang memadai dalam memberikan pembinaan bagi mahasiswanya.
Di sisi lain, kami juga melakukan survei kepada mahasiswa terutama mahasiswa FIP UPI melalui Google Formulir, dan melakukan wawancara secara langsung melalui aplikasi zoom, ternyata terindentifikasi 11 materi pokok permasalahan. Salah satu diantaranya, bahwa para mahasiswa menginginkan pertemuan dengan dosen secara rutin dan terprogram jelas.
Informasi tersebut disampaikan Prof. Dr. Anne Hafina, M.Pd., di sela-sela kegiatan Pelatihan Bimbingan Akademik College Study Skills Bagi Dosen Pembimbing Akademik Mahasiswa S1. Untuk diketahui, workshop ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Bidang Ilmu. Kegiatan berlangsung selama 3 hari di ruang Kajian Ethnopedagogik FIP UPI lantai 10, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Rabu (13/8/2025).
Lebih lanjut dijelaskan, atas permasalahan tersebut, mendorong 4 orang dosen dari Program studi Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang terdiri atas Prof. Dr. Anne Hafina, M.Pd., Prof. Dr. H. Nandang Rusmana, M.Pd., Prof. Dr. Ilfiandra, M.Pd., dan Dr. Ibrahim Al Hakim, M.Pd., untuk menyelenggarkan Pelatihan Bimbingan Akademik College Study Skills Bagi Dosen Pembimbing Akademik Mahasiswa S1 dengan metode APPLE atau Asses, Plan, Prepare, Lead, and Evaluation melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Dosen yang dimaksud adalah dosen PA aktif dalam jabatan lektor di UPI.
Menurut Ketua Tim PkM Prof. Anne Hafina, Model bimbingan akademik berbasis APPLE digunakan untuk meningkatkan efektivitas dosen PA dalam mendukung mahasiswa yang mengalami kendala akademik akibat faktor psikologis dan sosial, serta mengoptimalkan peran mereka dalam menciptakan lingkungan akademik yang suportif dan adaptif.
APPLE Facilitation Model yang dikembangkan oleh Berg, memiliki lima tahapan kegiatan yakni penimbangan (Assess), perencanaan (Plan), persiapan (Prepare), pelaksanaan (Lead), dan penilaian (Evaluate).
Pada tahap Asses kegiatan yang dilakukan adalah melakukan studi lapangan dan studi pustaka. Kemudian, pada tahap Plan, melakukan perencanaan kegiatan dengan menetapkan fokus kegiatan, desain program dan skenario kegiatan pelatihan, merencanakan peralatan yang dibutuhkan, waktu kegiatan, menentukan berapa jumlah orang yang akan diikutsertakan dalam kegiatan pelatihan.
Berikutnya Prepare atau mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan, seperti pelatihan, tempat, koordinasi dengan team terkait pelaksanaan kegiatan, instrumen pre-posttest, modul, dan jurnal harian.
Sementara itu pada tahapan Lead atau memimpin, pelaksanaan kegiatan pelatihan (training of trainer) Pelatihan Kompetensi dosen PA berbasis Experience Based Learning. Terakhir, pada tahapan Evaluate atau menilai, dilakukan pemantauan aktivitas yang dilakukan kelompok, dinamika kelompok yang terbangun, mengkaji perilaku untuk menentukan intervensi selanjutnya, lalu mempersiapkan berbagai layanan yang sesuai dengan kebutuhan kelompok setelah dinilai penampilan dan perilakunya. Selain itu, melakukan refleksi dan post test menggunakan instrument keterampilan belajar untuk mengetahui tingkat keberhasilan dalam pelatihan.
Lebih lanjut dijelaskan, dirinya berharap melalui pelatihan bimbingan akademik college study skills ini, para dosen PA memahami 11 materi pokok tentang kompetensi dosen PA. Beberapa contoh materinya adalah nantinya setiap mahasiswa bimbingannya bisa mengetahui informasi-informasi tentang administrasi akademik, dan juga kegiatan kemahasiswaan di UPI, dengan demikian harapannya mereka bisa bijak dalam bertindak, sehingga tidak terseret pada kegiatan yang mungkin akan menggangu proses belajar.
“Berikutnya, terkait dengan kehidupan mahasiswa di kampus, hadir Dr. dr. Lucky Angkawidjaja Roring, M.Pd., untuk memberikan materi kepada dosen PA tentang bagaimana para mahasiswa bisa menjalani kehidupan kampus secara sehat,” ujarnya.
Lebih dari itu, lanjutnya, para dosen PA juga mendapatkan materi dari Satuan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (SPPKS) dan Badan Bimbingan dan konseling dan Pengambangan Karir (BKPK) yang berperan dalam membantu mahasiswa dalam karirnya, serta sejumlah materi lainnya. (dodiangga/ratih)





