Bandung, UPI – Senat Akademik (SA) dan Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar rapat pimpinan bersama di Bandung, Rabu (17/9). Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi kelembagaan pada masa kepemimpinan rektor baru, sekaligus membahas tantangan serius terkait tata kelola dan distribusi anggaran.

Rapat dihadiri pimpinan SA dan MWA serta sejumlah tokoh akademik. Ketua SA, Prof. Dr. Yadi Ruyadi, M.Si., menegaskan pentingnya peran SA dalam mengawal kebijakan universitas agar sejalan dengan regulasi MWA.
“SA harus menjadi garda depan dalam penegakan statuta dan memastikan tidak ada regulasi yang saling bertolak belakang,” ujarnya.

Sejumlah isu strategis mengemuka dalam rapat tersebut. Prof. Nina dari Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) menekankan pentingnya kolaborasi rutin antara SA dan MWA untuk menjaga kredibilitas universitas. Ia juga mengusulkan benchmarking ke Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) lain sebagai perbandingan tata kelola.

Dari sisi kelembagaan, Prof. Riandi menyoroti belum jelasnya struktur organisasi MWA yang berpotensi mengurangi kinerja. Dr. Pupung menambahkan perlunya kejelasan tata kelola organisasi, termasuk wacana pembentukan senat fakultas seperti di beberapa PTNBH.

Isu anggaran juga mendapat perhatian besar. Prof. Dedi dan Dr. Syaeful menilai distribusi dana harus lebih proporsional agar setiap organ—Rektorat, SA, dan MWA—dapat menjalankan peran secara optimal. Dr. Syaeful menekankan MWA perlu memiliki ruang cukup dalam pengaturan anggaran untuk mendukung program kelembagaan.

Selain itu, rapat turut membahas implementasi Insentif Berbasis Kinerja (IBK) yang dinilai belum proporsional dan belum sepenuhnya dikoordinasikan dengan SA.

Menutup rapat, Prof. Yadi menyampaikan bahwa hasil pertemuan akan menjadi bahan evaluasi statuta serta dasar perbaikan tata kelola UPI. Ia juga menekankan perlunya melibatkan Wakil Rektor Bidang Keuangan pada pertemuan berikutnya.
“SA dan MWA harus memiliki target kinerja tahunan yang jelas, didukung kajian akademik, dan dijalankan dengan sinergi bersama Rektorat,” pungkasnya.

Kontributor: JS