
Bandung, UPI
Senat Akademik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menggelar rapat pleno ke-9. Rapat yang rutin diadakan setiap bulan sekali ini membahas berbagai isu penting terkait pengembangan akademik dan kelembagaan di lingkungan UPI yang dilaksanakan di Auditorium FPEB Lt. 6 Kampus UPI Jl. Dr. Setiabudhi No.229, Bandung.
Ketua Senat Akademik UPI, Prof. Yadi Ruyadi, M.Si menjelaskan bahwa ada beberapa agenda utama yang menjadi sorotan. Pertama, kenaikan pangkat jabatan akademik dosen. Senat berperan penting dalam memvalidasi karya ilmiah dosen sebelum diusulkan ke Kemendikbudristek. “Kadang masih ada dosen yang kurang memahami persyaratan. Karena itu, ke depan kita harus lebih kompak, mulai dari Prodi, Fakultas, Biro SDM, hingga Dewan Guru Besar,” ujar Prof. Yadi.
Kedua, perubahan nama Program Studi Magister Administrasi Perkantoran menjadi Magister Administrasi Bisnis di Sekolah Pascasarjana. Perubahan ini dianggap lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan minat mahasiswa.

Ketiga, penutupan Program Diploma Keperawatan. Hal ini dilakukan karena sesuai statuta, UPI tidak bisa lagi menyelenggarakan program diploma di rumpun akademik. Namun, peluang untuk mendirikan Sekolah atau Fakultas Vokasi terbuka lebar, mengingat banyak potensi program diploma di berbagai fakultas.
Selain itu, rapat pleno juga menetapkan penggantian antarwaktu (PAW) Sekretaris Senat Akademik. Jabatan ini sebelumnya dipegang Prof. Andi Setiawan, namun harus berakhir karena statusnya berubah menjadi guru besar. Proses pemilihan dilakukan secara kolektif dan aklamasi.
Prof. Yadi menegaskan bahwa seluruh keputusan Senat Akademik bersifat kolektif kolegial. “Harapan kami, keputusan ini bisa mendukung target-target strategis universitas dalam lima tahun ke depan,” tambahnya.

Dengan terselenggaranya Rapat Pleno ke-9 ini, diharapkan UPI semakin mantap dalam melangkah menuju perguruan tinggi yang unggul dan bereputasi internasional. Keputusan-keputusan strategis yang dihasilkan Senat Akademik diharapkan mampu memperkuat tata kelola akademik, mendorong peningkatan kualitas dosen dan mahasiswa, serta membuka ruang inovasi yang relevan dengan kebutuhan bangsa dan perkembangan global. (Riza Ibrahim)

