Bandung, UPI — Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Fakultas Pendidikan Teknologi dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Sosialisasi Edukasi Kehidupan Keluarga bagi Remaja dalam program STOPAN JABAR yang berlangsung di Auditorium FPTI UPI, Selasa (30/9).

Kegiatan yang diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai organisasi kepemudaan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Prodi PKK FPTI UPI yang diketuai oleh Nenden Rani Rinekasari, S.P., M.Pd., bersama tim dosen Prof. Dr. Yoyoh Jubaedah, M.Pd., Dra. Neni Rohaeni, M.Pd., dan Lia Shafira Arlianty, S.Pd., M.Si., serta mendapat dukungan penuh dari Ketua Prodi PKK, Dr. Mirna Purnama Ningsih, S.Pd., M.Pd. Program ini bertujuan memberikan edukasi kepada remaja terkait pencegahan perkawinan anak, penguatan peran remaja sebagai agen perubahan, serta keterampilan komunikasi efektif dan self-efficacy.

Acara dibuka oleh Prof. Ana, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Keuangan FPTI UPI, yang menegaskan pentingnya kesiapan remaja menghadapi tantangan keluarga di era modern. “Program STOPAN JABAR hadir untuk memperkuat ketahanan keluarga di Jawa Barat sekaligus mencegah masalah sosial seperti stunting, pernikahan dini, dan disharmoni keluarga,” ujarnya.

Materi pertama disampaikan oleh drh. Iin Indasari, M.P., Kepala Bidang PKK DP3AKB Jawa Barat, bersama Fasilitator Forum Anak Esa Putri Nur Arfah, yang membahas pencegahan perkawinan anak dan peran mahasiswa dalam advokasi sosial. “Edukasi keluarga di Jawa Barat menyasar semua kalangan, dari remaja hingga orang tua. Melalui sekolah pra-nikah, sekolah parenting, dan edukasi kontrasepsi, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat,” tutur Iin Indasari.

Sesi kedua disampaikan oleh Nenden Rani Rinekasari, S.P., M.Pd., yang memaparkan pentingnya komunikasi terbuka, empati, dan penghargaan dalam membangun keluarga sejahtera. “Menjadi orang tua adalah proses belajar. Jika pendekatan pola asuh belum optimal, langkah awalnya adalah membangun komunikasi secara bertahap melalui kegiatan bersama dan saling bertanya,” jelasnya.

Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari kontribusi mahasiswa Prodi PKK angkatan 2023 yang tergabung dalam tim SMART WITH RANI. Mereka berperan aktif dalam persiapan, pelaksanaan, hingga dokumentasi kegiatan, menunjukkan kolaborasi yang solid antara mahasiswa dan dosen pembimbing.

Antusiasme peserta tampak dari berbagai pertanyaan seputar komunikasi dengan orang tua otoriter dan kesiapan menuju pernikahan. Diskusi menegaskan bahwa perubahan perilaku dan pola komunikasi memerlukan proses yang konsisten disertai tanggung jawab dan penghargaan antarsesama.

Kegiatan diakhiri dengan penegasan pentingnya edukasi keluarga sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat. Melalui kerja sama ini, UPI dan DP3AKB Jawa Barat berharap remaja dapat menjadi generasi tangguh yang siap membangun keluarga harmonis, sehat, dan berdaya saing di masa depan.