Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bekerja sama dengan SMA Taruna Nusantara menggelar asesmen bagi para calon pamong atau guru yang akan bertugas di sejumlah kampus baru SMA Taruna Nusantara. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya penjaringan tenaga pendidik unggul yang siap mengabdi di lingkungan pendidikan berkarakter kebangsaan yang dilaksanakan di Auditorium FPBS Lt.4 Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung. Jum’at ( 7/11/2025).

Wakil Rektor UPI Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepercayaan besar yang diberikan SMA Taruna Nusantara kepada UPI dalam hal penyediaan tenaga pendidik. “Kami telah menetapkan sejumlah indikator dan tahapan seleksi yang bertujuan menggali potensi para calon guru, baik dari sisi kompetensi akademik maupun integritas pribadi,” ujarnya.

Proses seleksi terdiri dari dua tahapan utama, yaitu tes kompetensi akademik dasar dan wawancara mendalam. Melalui tahapan ini, UPI berupaya memastikan bahwa calon guru yang direkrut memiliki kemampuan profesional dan karakter unggul sesuai dengan standar SMA Taruna Nusantara.

Prof. Yudi juga mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan baik, mengingat saat ini terdapat 10 orang guru lulusan UPI yang telah bertugas di SMA Taruna Nusantara dan menunjukkan performa luar biasa. “Pihak SMA Taruna Nusantara sangat terkesan dengan kinerja alumni UPI. Karena itu, mereka bertekad untuk terus melanjutkan kerja sama dalam pemanfaatan sumber daya guru dari UPI,” tambahnya.

Lebih lanjut, Prof. Yudi berharap agar para calon guru yang mengikuti seleksi ini tidak hanya mampu menunjukkan kemampuan akademik, tetapi juga memperlihatkan performa dan kepribadian terbaiknya. “Harapan kami, mereka kelak menjadi guru-guru unggul yang turut mencetak pemimpin-pemimpin besar bangsa di masa depan,” tutupnya.

Mayor Jenderal TNI Ardiansyah, S.Sos., M.I.P., selaku Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara, menyampaikan bahwa asesmen ini dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan guru di enam kampus, termasuk tiga kampus baru yang berada di Pagar Alam, Langowan, dan Ibu Kota Nusantara (IKN). Selain itu, kebutuhan guru juga masih terdapat di Cimahi, dengan kekurangan sekitar 30 tenaga pendidik.

“Kami berharap para calon pamong yang mengikuti asesmen ini dapat melaksanakan tes dengan baik sehingga bisa bergabung bersama rekan-rekan lainnya,” ujar Mayjen Ardiansyah.

Beliau menegaskan, tantangan mengajar di sekolah-sekolah baru tidaklah ringan. Selain mengajar, guru di SMA Taruna Nusantara juga memiliki peran penting dalam pembinaan karakter dan kedisiplinan siswa.

“Guru di SMA Taruna Nusantara bukan hanya mengajar, tetapi juga mengemong dan mengasuh. Mereka hampir bekerja 24 jam bersama siswa,” tambahnya.

Mayjen Ardiansyah menyampaikan keyakinannya terhadap kualitas calon guru dari UPI. Menurutnya, UPI telah lama dikenal sebagai lembaga pendidikan yang kredibel dan berkontribusi besar dalam mencetak guru-guru berkualitas.

“Sekitar sepertiga guru kami di Magelang dulu berasal dari UPI. Mereka telah terbukti melahirkan generasi yang kini berkiprah di berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara UPI dan SMA Taruna Nusantara dalam mempersiapkan tenaga pendidik profesional, berintegritas, dan berjiwa pengabdian tinggi. “Kami telah berkeliling kampus, berdialog dengan rektor dan dosen-dosen UPI. Kami yakin para calon guru ini adalah alumni terbaik yang siap mengabdi,” tutupnya.

Kegiatan asesmen ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan dan karakter di lingkungan SMA Taruna Nusantara, sekaligus mempererat kerja sama berkelanjutan antara UPI dan lembaga pendidikan berbasis kedisiplinan tersebut. (Rija/DN)