
Bandung, UPI
Nabilah Dwisepti Cahyani, mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI), resmi dinobatkan sebagai Juara 1 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tahun 2026. Kemenangan ini tidak hanya diraih berkat keunggulan akademiknya, namun juga didorong oleh rekam jejak pengabdian masyarakat yang luas di berbagai wilayah Indonesia.
Nabilah dikenal sebagai aktivis sosial yang konsisten memperjuangkan akses pendidikan, pemberdayaan masyarakat di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), serta advokasi bagi kelompok difabel.
Kiprah Nabilah di dunia sosial bermula dari program “Obrolan Bintang” yang ia gagas sejak tahun 2024. Program ini bertujuan memberikan pendampingan beasiswa dan pengembangan diri bagi pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia.
Hingga kini, inisiatif tersebut telah menjangkau lebih dari 1.100 peserta dan berhasil membantu puluhan pelajar lolos berbagai program beasiswa bergengsi, seperti Glow & Lovely Bintang Beasiswa dan Hoshizora Foundation.
“Jika kamu belum bisa menjadi bintang bagi orang lain, jadilah bintang bagi dirimu sendiri,” ungkap Nabilah. Kalimat ini menjadi landasan filosofisnya dalam mendorong setiap individu untuk meningkatkan kapasitas diri sebelum memberikan manfaat bagi sesama.
Komitmen Nabilah terhadap pemerataan kualitas SDM di pelosok negeri dibuktikan melalui perannya sebagai founding member Yayasan Abhinaya Aksata Nusantara dan keterlibatannya di Garda Muda Indonesia.
Ia tercatat aktif mengoordinasikan program literasi digital dan pelatihan di wilayah terpencil, mulai dari Kepulauan Bawean, Togean, Karimunjawa, Banda Neira, hingga Banggai Laut. Melalui gerakan yang terstruktur dan kolaboratif ini, Nabilah berupaya memastikan bahwa generasi muda di kawasan 3T memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
Selain pendidikan umum, Nabilah menaruh perhatian besar pada isu inklusivitas melalui inisiatif AKSESable Indonesia. Fokus utamanya adalah memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas, khususnya difabel netra.

Dua program unggulannya, yakni Audiobilitas (penyediaan audio book aksesibel) dan AksesNesia (kampanye kesadaran publik), lahir dari keresahannya terhadap sistem dan infrastruktur yang belum ramah terhadap kelompok difabel.
Bagi Nabilah, prestasi sebagai Mahasiswa Berprestasi UPI hanyalah pintu masuk untuk memberikan dampak yang lebih luas. Ia memegang teguh prinsip bahwa proses belajar harus bermuara pada solusi bagi permasalahan masyarakat.
“Datang sebagai gelas kosong, pulang membawa dampak,” pungkasnya. Cara pandang inilah yang menjadikannya sosok representatif mahasiswa masa kini yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki kepekaan sosial yang tinggi. (Nabilah/MNH/HH)

