Bandung, UPI

Ketua Senat Akademik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Yadi Ruyadi, M.Si., menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari kontribusi nyata para lulusan dalam membangun masyarakat dan bangsa yang disampaikan pada saat Wisuda Gelombang II di Gedung Gymnasium UPI Jl. Dr. Setiabudi No. 229 Bandung, Jawa Barat. Minggu, (10/5/2026).

Dalam sambutannya, Prof. Yadi mengajak seluruh wisudawan dan wisudawati untuk memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga seluruh peserta dapat menyelesaikan studi dan mengikuti prosesi wisuda dengan khidmat.

Menurutnya, momentum wisuda kali ini terasa istimewa karena berlangsung berdekatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional. Ia menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar proses akademik, melainkan ikhtiar kolektif bangsa untuk mencerdaskan kehidupan, membangun karakter, dan memajukan peradaban.

“Dalam konteks ini, UPI memegang peran strategis sebagai leading and outstanding university in education, yang tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga membangun masa depan bangsa,” ujar Prof. Yadi.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa seluruh proses pendidikan yang ditempuh mahasiswa berakar pada nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Ketiga dharma ini bukan hanya kewajiban institusional, tetapi merupakan panggilan moral dan intelektual yang harus terus Saudara bawa dalam perjalanan hidup ke depan,” tuturnya.

Prof. Yadi juga mengingatkan bahwa lulusan UPI diharapkan tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan integritas moral yang tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Yadi menyampaikan bahwa sejak hari wisuda, para lulusan resmi menjadi bagian dari keluarga besar alumni UPI. Menurutnya, alumni memiliki peran strategis dalam memperkuat reputasi universitas, membangun jejaring, memperluas dampak, serta mendukung keberlanjutan perguruan tinggi.

Ia menyoroti pentingnya penguatan dana abadi universitas sebagai instrumen untuk menjaga kesinambungan pengembangan akademik dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.

“Partisipasi alumni dalam membangun dana abadi bukan hanya bentuk kontribusi finansial, tetapi juga wujud kepedulian terhadap masa depan generasi berikutnya,” ungkapnya.

Sebagai perguruan tinggi berbasis pendidikan, UPI memiliki tanggung jawab besar dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan nasional, termasuk di Jawa Barat.

Prof. Yadi menjelaskan bahwa tantangan seperti kesenjangan kualitas pendidikan, transformasi digital, penguatan karakter, serta peningkatan kompetensi guru harus dijawab melalui riset, inovasi, dan pengabdian.

“UPI harus hadir memberikan solusi nyata melalui pengembangan model pembelajaran, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, serta kemitraan dengan pemerintah daerah dan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, UPI memiliki posisi strategis dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui penyediaan guru profesional, pengembangan kebijakan berbasis riset, dan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Kepada para wisudawan dan wisudawati, Prof. Yadi berpesan agar terus memegang teguh nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UPI.

“Perjalanan Saudara tidak berhenti hari ini. Justru hari ini adalah titik awal untuk berkontribusi lebih luas. Jadilah insan yang adaptif, kreatif, berintegritas, dan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” pesannya.

Di akhir sambutannya, atas nama Senat Akademik UPI, Prof. Yadi Ruyadi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati, sekaligus menyampaikan penghargaan kepada orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan penuh selama proses pendidikan.

“Semoga ilmu yang diperoleh menjadi berkah dan manfaat, serta membawa Saudara menuju masa depan yang gemilang,” pungkasnya. (Rija/RK/DN)