
Bandung, UPI
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pendidikan Indonesia (IKOM UPI) bersama komunitas Litera Rasa Indonesia (LRI) menggelar lokakarya edukasi bertajuk “LENSA: Literasi Media dan Siber Anak Muda”. Kegiatan ini berlangsung di SMA Medina Bandung pada Jumat (22/5/2026).
Lokakarya yang diinisiasi sebagai bagian dari mata kuliah Literasi Media dan Verifikasi Data ini diikuti oleh sedikitnya 78 siswa kelas 10 dan 11. Program ini bertujuan mendorong generasi muda agar lebih kritis, bijak, dan tidak mudah menelan mentah-mentah informasi yang beredar di media sosial.
Pada sesi pertama, mahasiswi IKOM UPI yang bertindak sebagai narasumber, Bunga Aisyah Wiarto, membawakan materi bertema “Saring Sebelum Sharing”. Bunga menekankan pentingnya kesadaran remaja terhadap konsekuensi dari setiap aktivitas mereka di ruang siber.
“Semua perilaku kita di media sosial itu ada konsekuensinya. Itulah mengapa sangat penting bagi kita untuk memahami apa yang disebut jejak digital (digital footprint),” ujar Bunga.
Dalam pemaparannya, Bunga juga mengupas tuntas perbedaan tiga jenis gangguan informasi yang marak terjadi, yakni misinformasi (informasi salah tanpa niat buruk), disinformasi (informasi palsu yang sengaja diciptakan untuk mengelabui), serta malinformasi (informasi berbasis fakta yang sengaja disalahgunakan untuk merugikan pihak lain).
Untuk menghindari kesan kaku, lokakarya yang diketuai oleh Amabilla ini dikemas melalui simulasi praktis menggunakan sistem Pos to Pos selama 90 menit. Seluruh peserta dibagi ke dalam delapan kelompok dengan didampingi mentor dari mahasiswa IKOM UPI.
Dalam sesi ini, dua kelompok dipertemukan langsung untuk melakukan battle di setiap pos tantangan. Setiap pos dirancang khusus untuk menguji tiga aspek utama siswa, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik terkait literasi media. Di akhir sesi, panitia memberikan apresiasi kepada kelompok yang berhasil mengumpulkan stiker terbanyak di sepanjang rute pos.
Kepala SMA Medina Bandung, Suyanto, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas mahasiswa IKOM UPI yang berhasil mengemas penyampaian materi secara interaktif.
“Kegiatannya asyik dan seru, jadi anak-anak tidak bosan. Dengan pembawaan yang bagus dan konsep acara yang menarik, para siswa bisa menerima informasi dengan baik,” kata Suyanto.
Suyanto menaruh harapan besar agar luaran dari kegiatan LENSA ini dapat langsung diterapkan dalam keseharian anak didiknya. Ia juga menitipkan pesan mendalam agar para siswa tidak ceroboh dalam menggunakan gawai mereka.
“Bijak bermedia sosial, jangan sampai semua hal di-unggah dan jangan sampai semua informasi diterima secara mentah-mentah. Harus dipilih dan dipilah terlebih dahulu,” tegas Suyanto.
Melalui program LENSA, mahasiswa Ilmu Komunikasi UPI angkatan 2023 ini membuktikan bahwa edukasi mengenai etika bermedia sosial dapat disampaikan secara efektif melalui kegiatan interaktif berbasis praktik, tanpa harus terpaku pada penjelasan teoretis di dalam kelas. (Cecilia/Fatih/Rifa/Sulthan)

