Garut, UPI

Produk kopi binaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), UP GAR Garut Coffee, sukses menarik perhatian dunia dengan tampil sebagai sponsor dalam sebuah konferensi fisika internasional. Produk ini membawa inovasi Quantifiable Coffee Identity (QCI) atau “paspor kopi”, sebuah sistem identitas berbasis fingerprint (sidik jari) fisikokimia yang dikembangkan oleh Kelompok Riset Instrumentasi Lingkungan UPI.

Teknologi ini hadir untuk membantu para petani kopi di Garut mendokumentasikan kualitas produk mereka secara objektif, ilmiah, dan transparan, sekaligus memperkuat daya saing kopi lokal di pasar global.

Pengembangan teknologi ini dilakukan secara bertahap melalui program hilirisasi riset kampus, Risert ini bermula pada 2025, tim riset UPI menghasilkan invensi berupa sistem Smart Farming Coffee Garut sebagai luaran penelitian hilirisasi. Teknologi ini memantau kualitas tanah dan proses budidaya kopi dengan sensor lingkungan. Di tahun 2026, penelitian berkembang ke tahap fingerprint kopi, sebagai luaran dari program penguatan grup riset. Invensi ini mengkarakterisasi larutan kopi melalui parameter pH, EC, TDS, warna, dan aroma, sehingga setiap produk memiliki identitas ilmiah yang reproducible.

Inovasi ini lahir dari kolaborasi lintas disiplin ilmu. Tim riset ini diperkuat oleh Dr. Eddy Prasetyo Nugroho (Dosen Ilmu Komputer UPI, ahli software engineering dan IoT) serta Pupung Ismayadi (Wakil Direktur IV Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia) sebagai kolaborator industri. Selain itu, dua mahasiswa Fisika UPI angkatan 2024, Syam Syam Sanjaya dan Antonius Krisdianto, turut terlibat aktif dalam proses desain dan penciptaan invensi.

Ketua Kelompok Riset Instrumentasi Lingkungan UPI, Selly Feranie, menyatakan bahwa sinergi antara dosen, mitra industri, dan mahasiswa menjadi kunci utama keberhasilan riset yang berdampak langsung pada masyarakat ini.

“Paspor kopi ini tidak berhenti hanya pada identitas produk. Ia juga menghadirkan komunikasi kopi yang lebih nyata, dengan harapan berdampak pada peningkatan produksi sekaligus memperkenalkan kopi Indonesia ke tingkat nasional dan internasional,” ujar Selly melalui keterangan pers tertulis, Sabtu (27/6).

Nama UP GAR sendiri memiliki beberapa lapisan makna diantaranya untuk Promosi Garut, merujuk pada niat awal untuk menaikkan dan memperkenalkan kopi Garut ke panggung nasional dan internasional. Notifikasi UPI, menjadi simbol bahwa Universitas Pendidikan Indonesia menghasilkan hilirisasi riset nyata yang berdampak langsung pada masyarakat. Branding riset, menegaskan bahwa kopi ini bukan sekadar produk komersial, melainkan luaran penelitian yang membawa identitas ilmiah melalui fingerprint kopi.

Saat ini, para petani kopi binaan menyambut baik inovasi ini dan telah menggunakan kemasan khusus yang didesain langsung oleh tim riset UPI.

Keberhasilan UP GAR Garut Coffee menembus konferensi internasional menjadi bukti nyata kolaborasi apik antara sains, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.

Ke depan, Kelompok Riset UPI menargetkan pengembangan yang lebih luas melalui pembangunan Indonesia Coffee Database. Basis data ini diproyeksikan menjadi sistem paspor kopi nasional yang akan memperkuat aspek keterlacakan (traceability), branding, dan daya saing seluruh varietas kopi Indonesia di pasar internasional. (DN)