
Bandung, UPI
TK-Kober Laboratorium UPI Bumi Siliwangi kembali membuktikan perannya sebagai pelopor pendidikan anak usia dini yang inovatif dan bermakna. Langkah kreatif ini diwujudkan melalui pementasan Pagelaran Drama Musikal bertajuk “Rumah Kita: Jika Rumah Kita Sakit, Kemana Kita Harus Pulang?” yang sukses menggoncang panggung Gedung Amphiteater Universitas Pendidikan Indonesia pada Sabtu (20/6/2026).
Pementasan berbasis proyek (project-based learning) ini melibatkan hampir 50 siswa angkatan Tahun Ajaran 2025/2026. Melalui kolaborasi apik berupa seni peran, gerak lagu, tari, dan dialog, anak-anak tampil berani menjadi subjek utama penyampai pesan pelestarian alam demi menyentil kesadaran publik.
Di atas panggung, para aktor cilik ini membawakan alur cerita sederhana namun sarat makna moral tentang sebuah tempat bernama Pulau Bumsil. Pulau tersebut awalnya digambarkan sangat indah, hijau, dan asri. Namun, kebahagiaan itu sirna seketika akibat keserakahan manusia yang menebang pohon sembarangan dan merusak ekosistem.
Bencana banjir dan tanah longsor pun datang melanda akibat rusaknya alam Pulau Bumsil. Melalui konflik tersebut, anak-anak dengan fasih memperlihatkan hubungan kausalitas antara keserakahan manusia dan murka alam. Drama berakhir manis ketika para tokoh perusak menyadari kesalahannya, lalu bergotong-royong bersama warga melakukan penghijauan kembali.

“Anak-anak tidak sekadar tampil menari dan menyanyi di panggung, tetapi mereka belajar meresapi pesan bahwa lingkungan adalah bagian dari napas kehidupan mereka. Nilai peduli lingkungan ditanamkan dengan cara yang sangat dekat dengan dunia anak,” jelas Kepala TK-Kober Lab. UPI, Ani Endah Sari, S.Pd.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Desyanti Kemala Nurisman, M.Pd., menambahkan bahwa tema “Rumah Kita” sengaja dipilih agar anak-anak memahami bahwa menjaga bumi bisa dimulai dari tindakan-tindakan kecil di rumah.
“Kami ingin kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, menyayangi tanaman, menghemat air, dan menjaga kebersihan lingkungan menjadi karakter yang melekat pada keseharian mereka,” tutur Desyanti.
Lebih jauh, Desyanti memaparkan bahwa kegiatan teatrikal ini secara strategis berkontribusi langsung pada pencapaian agenda global Sustainable Development Goals (SDGs) PBB, khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 15 tentang Ekosistem Daratan. Integrasi isu lingkungan ke dalam pembelajaran anak usia dini menunjukkan bahwa pendidikan keberlanjutan dapat dikenalkan sejak awal melalui pendekatan yang sederhana, konkret, dan sesuai dengan pengalaman anak.
Gedung Amphiteater UPI sore itu dipenuhi atmosfer hangat dan haru. Tepuk tangan riuh dan apresiasi tinggi datang dari para orang tua murid yang hadir mendampingi proses tumbuh kembang buah hati mereka.

Tak hanya orang tua, acara ini juga dihadiri oleh sederet tokoh penting di lingkungan universitas, antara lain Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A. (Kepala Yayasan Penyelenggara Sekolah Laboratorium Bumi Siliwangi), Dr. Hj. Ernawulan Syaodih, M.Pd. (Dosen PG-PAUD UPI), Hj. Umi Lestari, M.Pd. (Pengawas Kecamatan Sukasari), serta para Kepala Sekolah dari jenjang SD, SMP, hingga SMA di lingkungan sekolah laboratorium UPI.
Melalui suksesnya Pagelaran Drama Musikal “Rumah Kita” ini, TK-Kober Lab. UPI Bumi Siliwangi menegaskan kembali posisinya bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama untuk mencetak generasi masa depan yang tidak hanya cerdas dan percaya diri, tetapi juga memiliki empati tinggi terhadap kelestarian bumi. (DN)

