Surabaya, UPI

Kantor Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Publik Universitas Pendidikan Indonesia (KKIPP UPI) melakukan kunjungan dalam rangka ‘Diskusi Praktik Baik Kehumasan’ pada Direktorat Humas, Informasi Publik, dan Protokoler Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Kunjungan ini dilaksanakan pada Ruang Media Center Unesa – Gedung Rektorat Kampus II Lidah Wetan, Surabaya, Kamis (6/8) lalu.

Dalam pertemuan tersebut, diskusi praktik baik kehumasan dibuka dengan ‘bedah cerita sukses’ pelaksanaan promosi perguruan tinggi, perancangan strategi terkait penguatan jenama, hingga penguatan media internal untuk ketahanan instansi menghadapi krisis.

Promosi perguruan tinggi yang dikemas melalui Unesa Day menjadi sebuah pembelajaran, terutama berkaitan dengan taktik hingga evaluasi program yang banyak dinantikan sekolah di wilayah Jawa Timur tersebut. Staf KKIPP UPI, Muhammad Endriski, menyampaikan perhatiannya terkait dengan manajemen pengelolaan kerumunan dalam acara. Keberhasilan Unesa Day salah satunya didorong dengan adanya duta kampus sebagai pihak yang paling dekat dengan sasaran kegiatan, siswa dan siswi cemerlang di masa depan.

Satu topik lainnya yang menjadi pembahasan dalam diskusi ini adalah praktik pengelolaan baik rilis media. Kiat-kiat penting yang menjadi kunci dari dapur redaksi disampaikan oleh Muh. Ariffudin Islam, Kepala Seksi Informasi Publik Unesa. Enam strategi unggulan dipaparkan dalam diskusi ini dengan menempatkan media sebagai pemangku kebijakan paling strategis. Angga Hadiapurwa, Kepala Seksi Komunikasi dan Media KKIPP UPI, menggali ihwal manajemen isu sensitif melalui kait kelindan antara rilis media dan hubungan media.

“Kami belajar bahwa hubungan yang kuat dengan media adalah catatan penting. Ini berkaitan dengan informasi kampus sehingga bernilai tinggi dan tidak sekadar cepat tersebar. Strategi menghadapi isu sensitif menjadi pembelajaran yang berharga bagi kami,” jelas Angga.

Perkembangan dunia yang semakin kompleks di masa kini menjadi catatan penting dalam diskusi praktik baik. Vidi Sukmayadi, Kepala KKIPP UPI, meyakini bahwa diskusi praktik baik ini adalah upaya bersama untuk menghadirkan semangat baru di era serba-digital ini: kolaborasi antar-instansi pendidikan.

“Kami belajar banyak dari Humas Unesa, baik dari sisi tata kelola internal maupun strategi promosi dan penjenamaan kampus. Harapan besarnya, kami, UPI dan Unesa, dapat saling mendukung dan berkembang bersama. Karena ini bukan lagi waktunya berkompetisi, melainkan berkolaborasi,” ungkap Vidi.

Gayung bersambut, Humas Unesa menyambut hangat kolaborasi yang digagas KKIPP UPI. Lompatan besar menjadi satu kunci untuk kolaborasi yang lebih berdampak di masa-masa mendatang, kata kunci ini disampaikan oleh Vinda Maya Setianingrum, Direktur Direktorat Humas, Informasi Publik, dan Protokoler Unesa.

“Selama ini, banyak riset mengenai reputasi dan keunggulan perguruan tinggi. Ke depan, akan sangat menarik jika kita bersama-sama mengembangkan riset di bidang komunikasi publik dan kehumasan. Hasilnya selain memperkuat tata keola masing-masing institusi, juga dapat menjadi referensi dalam membangun komunikasi publik yang efektif,” tutur Vinda. (EA/VS/AH)