
Bandung, UPI
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar pelatihan self-makeup berbasis model rekonstruksi bagi mahasiswa calon tenaga keprotokoleran di lingkungan Kampus UPI Bandung. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat personal branding dan standar grooming profesional para mahasiswa dalam menjalankan tugas-tugas resmi institusi.
Ketua Tim Pengabdian UPI, Asri Wibawa Sakti, menjelaskan bahwa dalam dunia keprotokoleran, penampilan fisik merupakan bentuk komunikasi nonverbal yang mencerminkan kredibilitas individu sekaligus reputasi lembaga.
“Penampilan yang rapi, profesional, dan sesuai dengan etika acara formal menjadi elemen krusial bagi seorang petugas protokol. Personal branding tidak hanya dibangun lewat etika bicara, tetapi juga konsistensi citra visual,” ujar Asri.
Ia didampingi oleh anggota tim pengabdian yang terdiri dari Asep Maosul, Pipin Tresna Prihatin, Lia Shafira Arlianty, Mila Karmila, dan Winwin Wiana.
Pelatihan ini menerapkan metode model rekonstruksi makeup, di mana para peserta dibimbing secara sistematis melalui langkah-langkah terstruktur. Pembelajaran self-makeup melalui tahapan kerja yang sistematis, mulai dari persiapan kulit, penggunaan produk dasar, hingga penyempurnaan tampilan. Kegiatan juga didukung dengan bahan ajar digital yang memuat panduan self-makeup dan grooming sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengalaman praktik secara langsung, tetapi juga memiliki sumber belajar yang dapat digunakan kembali secara mandiri setelah pelatihan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami bahwa personal branding tidak hanya dibangun melalui kemampuan komunikasi dan etika, tetapi juga melalui konsistensi dalam menampilkan citra profesional.

Guna memastikan keberlanjutan pemahaman, tim UPI juga membagikan bahan ajar digital memuat panduan grooming dan self-makeup yang dapat diakses mandiri oleh mahasiswa kapan saja.
Melalui program ini, tim Pengabdian UPI berharap para calon tenaga keprotokoleran memiliki kepercayaan diri dan profesionalisme yang tinggi saat bertugas. Model pelatihan ini juga ditargetkan dapat direplikasi sebagai standar pembinaan personalia dan protokoler di berbagai unit perguruan tinggi. (DN)

