
Tasikmalaya, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Direktorat Inovasi, Hilirisasi, dan Science Techno Park (DIHSTP) terus memperkuat ekosistem hilirisasi riset kampus. Salah satu terobosan inovasi yang resmi dipasarkan adalah startup Soulja Coffee yang menerapkan model Ghost Kitchen berbasis kecerdasan buatan (Generative Artificial Intelligence/GenAI) di Tasikmalaya, Rabu (18/8/2026).
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., meninjau langsung operasional digital sekaligus meresmikan pengoperasian kedai kedua Soulja Coffee yang diinisiasi oleh Dr. Adam Hermawan, S.Kom., MBA.,
Soulja Coffee merupakan salah satu hasil inovasi UPI yang mendapatkan dukungan melalui Program Hibah Pengembangan Inovasi dan Hilirisasi UPI Tahun 2026, yang digagas dan dilaksanakan oleh Direktorat Inovasi, Hilirisasi dan Science Techno Park (DIHSTP) Universitas Pendidikan Indonesia. Program ini dirancang sebagai salah satu instrumen strategis UPI untuk mendorong hasil riset dan inovasi agar tidak berhenti pada luaran akademik, tetapi dapat dikembangkan hingga menghasilkan produk, layanan, usaha rintisan, maupun kerja sama komersial dengan dunia usaha dan dunia industri.
Dalam pelaksanaannya, Program Hibah Pengembangan Inovasi dan Hilirisasi UPI membagi jalur pendanaan ke dalam empat skema strategis, yaitu Skema A1 (Inovasi Sosial), Skema A2 (Inovasi Produk), Skema B1 (Komersialisasi Start-Up), serta Skema B2 (Komersialisasi Melalui Kemitraan dengan DUDI). Keempat skema tersebut dirancang untuk memberikan jalur pengembangan yang sesuai dengan karakteristik dan tingkat kesiapan masing-masing hasil inovasi.
Soulja Coffee menjadi salah satu penerima pendanaan pada Skema B1, yaitu Komersialisasi Start-Up. Skema ini diarahkan untuk mendukung hasil riset dan inovasi UPI yang telah memiliki potensi bisnis agar dapat ditransformasikan menjadi usaha rintisan yang memiliki model bisnis, struktur pengelolaan, strategi pemasaran, serta arah pengembangan usaha yang lebih jelas dan berkelanjutan.
Dalam rangkaian kegiatan monitoring tersebut, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., meninjau langsung proses operasional Soulja Coffee, penggunaan sistem digital dalam pengelolaan transaksi, serta rencana pengembangan model ghost kitchen berbasis Generative Artificial Intelligence (GenAI). Kegiatan juga ditandai dengan prosesi gunting pita sebagai penanda resmi berjalannya operasional outlet baru Soulja Coffee.
Kegiatan monitoring ini menjadi bagian dari upaya UPI memastikan dukungan program hilirisasi memberikan dampak nyata terhadap perkembangan inovasi. Melalui dukungan tersebut, inovasi yang semula dikembangkan melalui riset dan praktik kewirausahaan kolaboratif tidak berhenti sebagai purwarupa atau luaran akademik, tetapi diarahkan untuk tumbuh menjadi unit usaha dengan model bisnis dan prospek komersialisasi yang terukur.
Produk inovasi Tim Soulja Coffee kini memasuki fase penting dalam proses hilirisasi. Berawal dari pengembangan riset dan praktik kewirausahaan kolaboratif yang dilakukan oleh Dr. Adam Hermawan, S.Kom., MBA., bersama tim dosen Program Studi Bisnis Digital UPI dan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya, inovasi tersebut berkembang menjadi sebuah perusahaan start-up yang dipersiapkan untuk berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT).
Tim Soulja Coffee saat ini memiliki struktur pengelolaan yang terdiri atas General Manager, Store Lead, Creative Marketing, dan Barista yang seluruhnya merupakan mahasiswa dari berbagai program studi di UPI Kampus Tasikmalaya. Keterlibatan mahasiswa dalam operasional tersebut sekaligus menjadi ruang pembelajaran kewirausahaan berbasis praktik, dimana mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep bisnis secara akademik, tetapi terlibat langsung dalam pengelolaan dan pengembangan usaha.

Tim start-up ini mengembangkan operasional coffee shop dengan model ghost kitchen berbasis teknologi yang mengintegrasikan Generative Artificial Intelligence (GenAI) dalam proses bisnis F&B. Model tersebut dirancang untuk memungkinkan satu dapur operasional mengelola beberapa merek virtual secara simultan melalui integrasi demand forecasting, otomasi konten pemasaran, dan personalisasi menu.
Selain Soulja Coffee sebagai merek utama, implementasi model multi-virtual brand juga diwujudkan melalui kehadiran SoulBowl dan Sizzle Bakes. Ketiga merek tersebut dioperasikan dalam satu ekosistem dapur dan manajemen yang terintegrasi, namun menyasar kebutuhan konsumen serta kategori produk yang berbeda.
Pendekatan tersebut memungkinkan optimalisasi kapasitas produksi, diversifikasi pendapatan, serta penguatan penetrasi pasar pada layanan pesan-antar digital. Dalam menjalankan operasionalnya, produk Soulja Coffee, SoulBowl, dan Sizzle Bakes dipasarkan melalui platform online food delivery sebagai salah satu fokus utama penjualan, sehingga konsumen dapat mengakses berbagai pilihan produk dari ekosistem multi-virtual brand tersebut melalui aplikasi digital.
Dukungan terhadap Soulja Coffee menjadi salah satu gambaran konkret bagaimana DIHSTP UPI menjalankan perannya dalam membangun ekosistem hilirisasi inovasi di lingkungan universitas. Melalui Program Hibah Pengembangan Inovasi dan Hilirisasi, DIHSTP UPI tidak hanya memberikan dukungan pendanaan, tetapi juga membuka jalur pengembangan bagi hasil riset berdasarkan tingkat kesiapan dan orientasi hilirisasinya.
Khusus pada Skema B1 (Komersialisasi Start-Up), dukungan diarahkan untuk mendorong hasil inovasi agar memiliki kesiapan yang lebih kuat menuju pasar melalui pembentukan dan penguatan usaha rintisan. Soulja Coffee menjadi salah satu contoh bagaimana skema tersebut dapat mempertemukan unsur riset, inovasi, kewirausahaan, teknologi, dan kebutuhan pasar dalam satu proses hilirisasi yang terintegrasi.
Keberadaan DIHSTP UPI dalam proses tersebut juga memperkuat posisi universitas sebagai institusi yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan dan inovasi, tetapi turut mendorong pemanfaatan hasil riset menjadi produk dan model bisnis yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan dunia usaha.
Melalui program hilirisasi yang terstruktur, DIHSTP UPI terus mendorong agar inovasi yang lahir dari lingkungan akademik memiliki pathway yang jelas, mulai dari pengembangan inovasi, validasi, penguatan model bisnis, hingga komersialisasi dan pembentukan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri.
Strategi pengembangan Soulja Coffee selaras dengan konsep ghost kitchen yang mengoptimalkan produksi, pengelolaan pesanan, dan distribusi makanan-minuman berbasis layanan pesan-antar. Dengan mengandalkan kanal digital, Soulja Coffee tidak hanya memperluas jangkauan pasar di Tasikmalaya, tetapi juga dapat memperoleh data transaksi dan preferensi pelanggan sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan bisnis.

Ke depan, Tim Soulja Coffee diharapkan menjadi salah satu contoh nyata hilirisasi hasil riset UPI melalui jalur komersialisasi start-up, sebagaimana diarahkan dalam Skema B1 Program Hibah Pengembangan Inovasi dan Hilirisasi UPI Tahun 2026.
Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan startup berbadan hukum yang mampu tumbuh secara bisnis, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan kompetensi kewirausahaan mahasiswa, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan nilai ekonomi dari hasil riset dan inovasi perguruan tinggi.
Melalui capaian Soulja Coffee, DIHSTP UPI menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem hilirisasi inovasi, dengan mendorong hasil penelitian dan kekayaan intelektual dari lingkungan UPI agar dapat bergerak dari ruang akademik menuju implementasi dan pasar. Hilirisasi dengan demikian tidak hanya menjadi tahapan akhir dari sebuah penelitian, tetapi menjadi proses strategis untuk memastikan inovasi UPI memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat, dunia usaha, serta pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan. (DN)

