Cianjur, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kawal dua Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). UPI bersama enam LPTK lainnya di Indonesia, diberi amanah dan menerima mandat strategis dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) untuk mengkoordinasikan dan membina pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di 17 SNT di Indonesia. UPI diberi tugas mengawal langsung SNT di Kabupaten Cianjur dan SNT Kota Tarakan Kalimantan Utara. Hal tersebut disampaikan Prof. Asep Herry Hernawan, M.Pd. selaku Ketua Koordinator Swakelola Tipe II SNT. Dalam Paket ini, UPI memegang tanggung jawab penuh yang mencakup seluruh rangkaian proses, mulai dari rekrutmen dan seleksi Tenaga Pendamping Pembelajaran-TPP/Guru, penempatan, pendampingan proses pembelajaran selama satu semester, hingga pelaksanaan pembelajaran di dua SNT termasuk pembinaan, pemantauan kinerja TPP, serta pelaporan berkala kepada Kemdikdasmen. 

Ditambahkan Prof. Dr. Asep Herry Hernawan, pada Tahun Ajaran 2026/2027, sebanyak 17 SNT di 17 kabupaten/kota, termasuk SNT Cianjur dan SNT Kota Tarakan Kalimantan Utara, mulai melaksankan pembelajaran bagi siswa kelas 7 dan kelas 10 SNT sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses terhadap pendidikan yang bermutu. Kehadiran SNT ini diharapkan bukan hanya menambah jumlah sekolah, tetapi juga menghadirkan model pendidikan yang mampu menggabungkan layanan pembelajaran, pengembangan karakter, pemanfaatan teknologi, dan penguatan potensi murid dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Ke-17 SNT tersebut tersebar di Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bone Bolango, Kota Tidore Kepulauan, Ibu Kota Nusantara, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Jepara, Kota Subulussalam, Kota Tarakan, Kabupaten Donggala, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kupang, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Persebaran ini menunjukkan bahwa gagasan SNT tidak hanya diarahkan untuk wilayah perkotaan, tetapi juga menyentuh berbagai daerah dengan karakteristik geografis dan sosial yang berbeda. Program ini merupakan bagian dari akselerasi Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026.

Maju Melesat

“Awal pembelajaran SNT 8 Cianjur, seperti juga SNT lainnya di Indonesia, telah dimulai sejak tanggal 7 September 2026, melayani siswa kelas 7 sebanyak 40 orang dan kelas 10 sebanyak 40 orang”. Hal tersebut disampaikan Kepala SNT 8 Cianjur, Tika Kartika, S.Pd., M.Pd.  “Sebelum pembelajaran dimulai, selama dua pekan kami melaksanakan kegiatan Pra studi.  Kegiatan pembelajaran pada masa prastudi berjalan dengan baik dan menjadi tahap awal bagi peserta didik untuk beradaptasi dengan lingkungan, budaya, serta pola pembelajaran di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT)”.

Dikatakan lebih lanjut oleh Tika Kartika, kegiatan pembelajaran tidak hanya berfokus pada kesiapan akademik, tetapi juga pada penguatan kesadaran diri, regulasi emosi, karakter akademik, literasi, numerasi, serta kemampuan berpikir ilmiah. Melalui berbagai aktivitas yang dirancang secara bertahap dan interaktif, peserta didik diarahkan untuk mengenali potensi dirinya, membangun kebiasaan belajar yang positif, serta mulai memahami tuntutan dan budaya belajar di lingkungan SNT.

Selama prastudi, peserta didik menunjukkan respons yang positif selama proses pembelajaran. Masa prastudi juga memberikan kesempatan kepada guru atau Tenaga Pendamping Pembelajaran (TPP) untuk mengamati karakteristik, kebutuhan, serta kesiapan peserta didik sebagai dasar dalam merancang pendampingan dan pembelajaran selanjutnya. Meskipun dalam pelaksanaannya terdapat beberapa penyesuaian terhadap jadwal dan kondisi di lapangan, kegiatan tetap dapat terlaksana dengan baik.  Masa prastudi menjadi tahap penting dalam mempersiapkan peserta didik agar lebih siap secara akademik, sosial, emosional, dan karakter sebelum memasuki masa studi secara penuh. Tekad kami, walaupun kami baru melaksanakan pembelajaran   tahap awal, kami ingin ”maju melesat” melayani proses pembelajaran seluruh peserta didik SNT.

Pembelajaran Daring

Ditambahkan Tika Kartika, pada awal pelaksanaan masa studi kegiatan pembelajaran pada tanggal 7–9 September 2026 dilaksanakan secara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Penyesuaian ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas Surat Edaran dan himbauan pemerintah daerah Kabupaten Cianjur terkait kondisi abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kebijakan tersebut merupakan langkah preventif untuk menjaga keamanan dan kesehatan peserta didik serta warga sekolah. Meskipun pembelajaran dilaksanakan dari rumah selama tiga hari, kegiatan belajar tetap diarahkan agar berlangsung secara efektif melalui penyesuaian metode, materi, dan aktivitas pembelajaran sesuai dengan kondisi PJJ.

SNT Berdampak

Di tempat terpisah, seperti ditegaskan Direktur Jenderal Pendidikan AUD,Pendas & Menengah Gogot Suharwoto, M.Ed.,Ph.D. pada penutupan pelatihan Kepala SNT,  para Kepala Sekolah dan TPP SNT tidak cukup hanya menjadi administrator sekolah. Mereka diharapkan menjadi penggerak perubahan. Mereka harus mampu membangun budaya belajar yang sehat, menciptakan sekolah yang aman dan inklusif, mendorong guru untuk terus belajar, serta membuka ruang bagi setiap murid untuk tumbuh sesuai potensi dan bakatnya.

Menurut  Gogot Suharwoto, tidak boleh menjadi sekolah yang berjalan sendiri. SNT harus menjadi sekolah yang berdampak. Keberhasilannya tidak cukup dilihat dari prestasi murid, gedung yang bagus, laboratorium yang lengkap, atau teknologi yang tersedia. Ukuran yang lebih penting adalah apakah SNT mampu membawa perubahan bagi lingkungan pendidikan di sekitarnya.

Praktik baik yang lahir di SNT perlu disebarluaskan. Para TPP SNT dituntut untuk dapat membangun komunitas belajar bersama guru dari sekolah lain. Kepala sekolah dapat membuka ruang kolaborasi dengan satuan pendidikan di sekitar. Berbagai inovasi pembelajaran dapat diuji, dievaluasi, kemudian dibagikan kepada sekolah lain. Dengan cara seperti itu, keberadaan SNT tidak menciptakan jarak, tetapi justru menjadi jembatan untuk memperkuat mutu pendidikan daerah.

Kepala SNT 8 Cianjur, Tika Kartika, M.Pd. mengucapkan terima kasih atas bimbingan dan support yang terus menerus dari Kemendikdasmen, BBPPPV Pertanian Ciianjur, BBPMP Provinsi Jabar, dan Sekolah Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia yang secara sinergis terus membimbing dan membina pelaksanaan pembelajaran di SNT 8 Cianjur. (Dinn Wahyudin)