Bandung, UPI

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. H. Dr. Didi Sukyadi, M.A., menyatakan dukungan terhadap wacana kuliah gratis bagi masyarakat apabila kemampuan anggaran pemerintah memungkinkan. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi memberi ruang bagi perguruan tinggi untuk lebih berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Didi menyampaikan pandangan tersebut dalam wawancara di sela Wisuda Gelombang IV UPI Tahun 2026 di Gedung Gymnasium UPI, Bandung, Selasa (13/10/2026). Ia menegaskan bahwa kebijakan pembiayaan pendidikan tinggi perlu mempertimbangkan keberlanjutan pendanaan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

“Bagi UPI tentu kami berterima kasih kepada pemerintah bila suatu saat perguruan tinggi itu digratiskan untuk semua lapisan masyarakat, baik negeri maupun swasta. Jadi sepanjang anggarannya memungkinkan tentu kita sambut dengan sangat suka cita,” ujar Didi.

Ia menjelaskan, pembiayaan perguruan tinggi saat ini bersumber dari tiga komponen, yakni anggaran pemerintah, kontribusi masyarakat melalui Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta usaha universitas. Namun, menurutnya, sumber pendanaan dari usaha universitas masih relatif terbatas, sedangkan anggaran pemerintah cenderung tidak meningkat dan bahkan dapat mengalami pengurangan.

Di sisi lain, besaran UKT dan jumlah mahasiswa juga berada dalam batasan kebijakan pemerintah serta mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat. Kondisi tersebut membuat pengelolaan keuangan menjadi salah satu tantangan bagi pimpinan perguruan tinggi.

Didi mengatakan pimpinan universitas harus menjalankan tanggung jawab akademik sekaligus memastikan ketersediaan sumber daya untuk mendukung operasional dan pengembangan institusi. Perguruan tinggi juga dituntut meningkatkan kualitas agar mampu bersaing di tingkat internasional.

“Tugas rektor, tugas wakil rektor, dan para dekan itu berat kalau digabung tugas itu dengan mencari uang,” katanya, menjelaskan tantangan pengelolaan perguruan tinggi.

Menurut Didi, apabila seluruh kebutuhan pembiayaan pendidikan tinggi dapat ditanggung pemerintah, perguruan tinggi akan memiliki ruang lebih besar untuk memusatkan perhatian pada pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Fokus tersebut mencakup peningkatan kualitas pembelajaran, riset, hilirisasi hasil penelitian, serta pemanfaatan hasil riset bagi kesejahteraan masyarakat.

Meski menyambut positif gagasan kuliah gratis, pernyataan Rektor UPI menempatkan kecukupan anggaran sebagai syarat penting pelaksanaannya. Kebijakan tersebut, menurut pandangannya, perlu didukung skema pendanaan yang memadai agar akses pendidikan tinggi dapat diperluas tanpa mengabaikan kualitas dan keberlanjutan penyelenggaraan perguruan tinggi.

Didi berharap sistem pembiayaan yang berkelanjutan dapat membantu perguruan tinggi menjalankan fungsi pendidikan, penelitian, dan pengabdian secara lebih optimal. (RK/RI/DN)